Pengendali Bumi Serpong Menambah Kepemilikan Saham BSDE, Ini Tujuannya

Pengendali saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Paraga Arta Mida kini genggam 48,62% saham BSDE.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 Mei 2026, 14:12 WIB
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (Foto: Laman Bumi Serpong Damai)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham terbesar  dan pengendali saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yakni PT Paraga Arta Mida kembali menambah kepemilikan saham BSDE pada akhir April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/5/2026), Paraga Arta Mida membeli 1.713.803.900 saham BSDE dengan harga pembelian Rp 880 per saham pada 28 April 2026.

"Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham BSDE, Paraga Arta Mida mengenggam 10.294.393.664 saham BSDE atau setara 48,62%. Sebelumnya, Paraga Artamida memiliki 8.580.589.764 saham BSDE atau setara 40,53%.

Adapun harga saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ditutup stagnan pada sesi pertama perdagangan saham, Kamis, 7 Mei 2026. Pergerakan harga saham BSDE itu terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau.

Mengutip data RTI, harga saham BSDE ditutup stagnan di Rp 770 per saham. Harga saham BSDE dibuka naik lima poin menjadi Rp 775 per saham. Saham BSDE berada di level tertinggi Rp 785 dan level terendah Rp 765 per saham. Total frekuensi perdagangan 632 kali dengan volume perdagangan saham 36.322 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,8 miliar.

Sementara itu, IHSG ditutup naik 0,36% menjadi 7.117,97 pada sesi pertama. Indeks saham LQ45 bertambah 0,90% menjadi 688,93. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.204,53 dan level terendah 7.108,53. Sebanyak 339 saham menguat dan 299 saham melemah. 178 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.548.911 kali dengan volume perdagangan saham 26,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,3 triliun.

Selain itu, perseroan mengumumkan prapenjualan sebesar Rp 2,54 triliun pada kuartal I 2026. Prapenjualan itu setara 25% dari target tahunan sebesar Rp 10 triliun. Pencapaian ini naik 5% secara tahunan (YoY), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,43 triliun. Hal ini mencerminkan daya tahan sektor properti residensial nasional.

Kinerja itu didorong oleh kontribusi kuat dari segmen residensial sebesar Rp 1,23 triliun (49%), diikuti segmen komersial sebesar Rp 944,14 miliar (37%) dan lain-lain sebesar Rp 364,39 miliar (14%).

Prapenjualan Kuartal I 2026

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (Foto: laman PT Bumi Serpong Damai Tbk)

Selain itu, perseroan mengumumkan prapenjualan sebesar Rp 2,54 triliun pada kuartal I 2026. Prapenjualan itu setara 25% dari target tahunan sebesar Rp 10 triliun. Pencapaian ini naik 5% secara tahunan (YoY), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,43 triliun. Hal ini mencerminkan daya tahan sektor properti residensial nasional.

Kinerja itu didorong oleh kontribusi kuat dari segmen residensial sebesar Rp 1,23 triliun (49%), diikuti segmen komersial sebesar Rp 944,14 miliar (37%) dan lain-lain sebesar Rp 364,39 miliar (14%).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya menuturkan, kinerja awal tahun ini menunjukkan minat pasar tetap terjaga, terutama pada proyek-proyek dengan lokasi strategis dan konsep terintegrasi.

“Kami melihat permintaan properti, khususnya di segmen residensial, masih cukup resilien. Hal ini didukung oleh kebutuhan hunian yang tetap kuat serta kepercayaan konsumen terhadap kawasan mandiri terintegrasi seperti BSD City,” kata dia.

Kemudian strategi BSDE dalam menghadirkan produk yang tepat sasaran serta program pemasaran yang adaptif menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum penjualan.

Segmen residensial tetap menjadi pendorong utama, didukung oleh proyek-proyek unggulan di BSD City seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya, serta peluncuran klaster baru “Izzi”.

 

Proyek Perseroan

Selain itu, proyek di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur dan Grand City Balikpapan juga memberikan kontribusi positif terhadap prapenjualan. Sementara itu, segmen komersial, penjualan ruko mendominasi dengan kontribusi Rp 584,60 miliar, diikuti kavling komersial Rp246,67 miliar dan apartemen Rp 112,87 miliar. Penjualan apartemen didukung oleh proyek seperti The Elements, Southgate dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.

Secara geografis, BSD City tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 71% terhadap total prapenjualan, menegaskan daya tarik kawasan mandiri yang terintegrasi dan terus berkembang.

Ke depan, BSDE melihat peluang tetap terbuka seiring potensi stabilisasi suku bunga serta berbagai insentif yang dapat mendorong daya beli masyarakat.

“Kami optimistis dapat mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp10,00 triliun, dengan tetap mengedepankan strategi peluncuran produk yang prudent, memperkuat jaringan pemasaran, serta didukung oleh program penjualan nasional kami “Royal Key” yang relevan dengan kondisi pasar,” ujar Hermawan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya