Harga Perak Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Rp 600

Seiring harga perak dunia yang melonjak, harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga berdampak menguat pada Rabu, (6/5/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Mei 2026, 12:21 WIB
Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu, (6/5/2026). (Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu, (6/5/2026). Kenaikan harga perak Antam ini mengikuti harga emas Antam dan perak dunia.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 600 menjadi Rp 47.600. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 47.000.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,955. Harga perak batangan 250 gram menyentuh Rp 12.425.000. Lalu harga perak batangan 500 gram mencapai Rp 23.925.000.

Sementara itu, harga perak dunia naik 3,95% dalam satu hari, berdasarkan data tradingeconomics.com. Harga perak mencapai USD 75,70.

Harga perak melonjak di atas USD 75 per ounce pada Rabu pekan ini, memulihkan kerugian dari awal pekan karena tanda-tanda de-eskalasi di Timur Tengah menekan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi.

Menteri Pertahanan Hegseth mengatakan, gencatan senjata yang ditetapkan hampir sebulan yang lalu tetap berlaku, sementara Menteri Luar Negeri Rubio mengkonfirmasi operasi ofensif telah berakhir karena AS mengalihkan fokusnya untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Presiden Trump juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari selat, memberikan waktu untuk menilai apakah kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik dapat tercapai, meskipun blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran akan tetap berlaku.

Perak telah berada di bawah tekanan jual yang berkelanjutan sejak awal konflik, karena melonjaknya biaya energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama atau bahkan memperketat kebijakan lebih lanjut.

Harga Emas Hari Ini Naik Lagi Usai Sentuh Level Terendah

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas naik pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) setelah mencapai titik terendah lebih dari satu bulan pada sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas melambung karena investor menilai gencatan senjata di Timur Tengah yang rapuh dan potensi dampak konflik terhadap inflasi dan ekspektasi suku bunga.

Dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026), harga emas naik 0,8% menjadi USD 4.557,56 per ons, setelah menyentuh level terendah sejak 31 Maret 2026 pada hari Senin lalu.  Harga emas berjangka AS ditutup lebih tinggi  0,8% ke level USD 4.568,50.

“Kita melihat adanya aksi beli setelah aksi jual besar-besaran baru-baru ini, dan penurunan harga minyak juga memberikan dukungan. Pasar akan terus memperhatikan berita utama, tetapi kita mungkin akan melihat fokus sedikit bergeser ke arah data ekonomi,” kata Analis Pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

“Para pelaku pasar emas yang optimistis membutuhkan dorongan fundamental yang signifikan untuk kembali mendapatkan pijakan mereka,” tambahnya.

Uni Emirat Arab mengatakan pihaknya diserang oleh rudal dan drone Iran, sementara Washington mengatakan gencatan senjata yang rapuh tetap berlaku meskipun terjadi baku tembak sehari sebelumnya ketika pasukan AS berupaya membuka paksa Selat Hormuz.

Jalur lalu lintas kapal ini, yang mengangkut sebagian besar pasokan minyak, pupuk, dan komoditas lainnya di dunia, praktis ditutup sejak serangan dimulai pada 28 Februari, sehingga mendorong kenaikan harga di seluruh dunia.

Harga minyak turun pada hari Selasa, tetapi kerugiannya terbatas. Harga energi yang tinggi berisiko memicu inflasi dan menunda siklus pelonggaran kebijakan bank sentral.

 

 

Daya Tarik Terhadap Emas Menurun

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai aset terhadap inflasi dan ketidakpastian, namun daya tariknya cenderung menurun ketika suku bunga tinggi.

Permintaan akan aset safe-haven tetap ada, meskipun pengaruhnya telah melemah karena emas semakin dianggap sebagai aset yang sensitif terhadap risiko.

“Meskipun demikian, kebutuhan untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi, bersamaan dengan pembelian terus-menerus oleh bank sentral, telah membantu membatasi penurunan lebih lanjut sejauh ini,” kata Analis Pasar City Index, Fawad Razaqzada.

Sementara itu, rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan April akhir pekan ini akan menjadi ujian apakah perekonomian tetap cukup tangguh untuk mempertahankan kebijakan moneter Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), atau apakah melemahnya pasar tenaga kerja dapat menghidupkan kembali alasan untuk penurunan suku bunga.

Harga perak menguat 0,4% menjadi USD 73,03. Harga platinum naik 1% menjadi USD 1.963,30, dan harga paladium naik 1,5% menjadi USD 1.501,41. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya