Liputan6.com, Jakarta - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyebut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini mulai selaras dengan indeks-indeks utama di pasar modal. Kondisi ini dinilai sebagai tanda bahwa pasar bergerak lebih sehat dan berbasis fundamental.
“Kalau diperhatikan, sekarang pergerakan IHSG sudah inline dengan indeks seperti LQ45 dan IDX30,” kata Friderica di Istana Negara, disiarkan daring Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (5/5/2026).
Advertisement
Menurut Kiki, demikian ia akrab disapa, keselarasan tersebut mencerminkan perubahan perilaku pasar. Saham-saham tidak lagi bergerak liar, melainkan lebih mengikuti kinerja fundamental emiten.
Di sisi lain, OJK tidak menampik masih adanya arus keluar dana asing (outflow). Friderica menjelaskan, fenomena ini lebih dipengaruhi faktor global, terutama kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan lebih lama oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve System.
“Tekanan global seperti geopolitik dan kebijakan ‘higher for longer’ dari The Fed memang memicu outflow. Tapi selama fundamental kita kuat, ini bisa berbalik,” ujarnya.
OJK juga menyoroti berbagai pembenahan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor global. Perbaikan tersebut antara lain mencakup peningkatan transparansi data pemegang saham, termasuk pembukaan data kepemilikan hingga level 1%, serta penyajian data yang lebih rinci.
Selain itu, regulator juga telah mengungkap informasi ultimate beneficial owner dan memperkuat aspek likuiditas melalui ketentuan free float minimal di atas 15% secara bertahap.
Evaluasi dari MSCI
Langkah-langkah tersebut merupakan respons atas masukan investor global, termasuk setelah evaluasi dari MSCI sejak awal tahun ini.
Kiki mengakui, proses pembenahan ini bisa menimbulkan dampak jangka pendek di pasar, terutama menjelang penyesuaian indeks global. Namun, ia menilai kondisi tersebut sebagai fase transisi.
“Ini mungkin seperti short term pain, tapi ke depan fundamental pasar kita akan semakin baik,” katanya.