Restoran di Ibu Kota China Ini Panen Popularitas Usai Kunjungan PM Inggris

Restoran yang viral gegara PM Inggris ini sebelumnya juga pernah didatangi oleh mantan menteri keuangan AS.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 04 Mei 2026, 16:03 WIB
PM Inggris Keir Starmer saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (29/1/2026). (Dok. Instagram @keirstarmer)

Liputan6.com, Beijing - Terlepas dari dinamika politik di Westminster, Keir Starmer dapat sedikit terhibur oleh satu fakta: ada satu tempat di mana ia secara konsisten populer. Tempat itu berjarak sekitar 8.046 kilometer dari Inggris.

In and Out, sebuah restoran kelas atas di Beijing, telah penuh dipesan sejak Starmer dan timnya makan di sana pada Januari lalu, dalam kunjungan pertama seorang perdana menteri Inggris ke China sejak 2018.

Kunjungan tersebut, yang fotonya tersebar luas di media sosial China, memicu antusiasme besar sehingga para pengunjung kini dapat memesan dari "menu perdana menteri" yang dicetak khusus, berisi daftar hidangan yang dipesan Starmer. Menu tersebut mencakup daun mint yang dibungkus dengan irisan tipis daging sapi, asparagus panggang dengan porcini, iga babi saus plum, nasi goreng nanas, serta keju susu kambing goreng renyah.

Namun seperti dikutip dari laporan The Guardian, Starmer tidak mencicipi hidangan yang paling terkenal di In and Out, yakni "jamur halusinogen" yang pernah dipesan oleh Janet Yellen, menteri keuangan Amerika Serikat (AS) 2021-2025, saat berkunjung ke Beijing pada 2023.

Restoran In and Out (dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai Yi Zuo Yi Wang) mengkhususkan diri pada masakan dari Yunnan, provinsi di barat daya China yang berbatasan dengan Laos, Myanmar, dan Vietnam. Masakan Yunnan dikenal karena penggunaan beragam jenis jamur eksotis serta rempah aromatik khas pegunungan setempat.

Starmer melewatkan jamur yang dikenal sebagai lurid bolete—yang sebelumnya dipesan Yellen—dan memilih porcini yang lebih umum.

Meski pilihannya tergolong sederhana, menu yang dipilih Starmer tetap menjadi viral di China. Restoran tersebut terus penuh sejak kunjungannya. Menu khusus yang mengabadikan pesanan "Tim Starmer" bahkan menampilkan ilustrasi penjaga kerajaan Inggris dengan topi bearskin yang diganti menjadi jamur.

 

Antusiasme Publik China

Su Yajun dan Sun Chen, yang datang dari Provinsi Hebei ke Beijing, mengaku sengaja makan di In and Out setelah membaca tentang kunjungan Starmer di media sosial.

"Kami mendengar perdana menteri Inggris datang ke sini untuk makan, jadi kami pikir makanannya pasti sangat enak sampai ia memilih tempat ini," tutur Su pada siang hari yang ramai. "Kami ingin mencoba apa yang mereka pesan."

"Kami terus melihat berita itu di Douyin," tambah Sun, merujuk pada aplikasi versi China dari TikTok.

Seorang pelayan di In and Out yang bekerja pada malam kunjungan Starmer mengatakan sekitar setengah dari pengunjung sejak saat itu datang karena terpengaruh oleh kunjungan tersebut.

"Pelanggan sering bertanya seperti: 'Apakah perdana menteri Inggris datang ke sini beberapa hari lalu?' lalu bertanya lagi: 'Mereka makan apa? Bisa dijelaskan?' dan hal-hal seperti itu," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Starmer sangat ramah dan mudah didekati.

Tidak hanya In and Out yang menikmati dampak kunjungan tersebut. Lebih dari 1.500 mil dari Beijing, di Yunnan, kolumnis Guardian Martin Rowson juga menemukan lebih banyak restoran yang menyajikan menu pilihan sang perdana menteri.

Meski mengalami tekanan setelah era Brexit, Inggris tetap memiliki daya tarik soft power di banyak wilayah dunia, termasuk China. Tidak jarang ditemui pengemudi taksi penggemar sepak bola yang belum pernah ke luar negeri tetapi mampu menjelaskan naik-turunnya klub di Liga Inggris selama lebih dari 30 tahun. Aktor Inggris Rosamund Pike juga memiliki basis penggemar yang cukup besar di China. Kunjungan Starmer ke negara tersebut secara umum disambut positif oleh masyarakat China, berbeda dengan kritik yang ia terima di Inggris karena berupaya mempererat hubungan dengan Beijing.

Sun sendiri menuturkan ia ingin berkunjung ke Inggris untuk melihat University of Cambridge, dengan harapan dapat mendorong anaknya untuk belajar di sana.

Kunjungan Starmer ke China awalnya dimaksudkan untuk mereset hubungan dengan Beijing. Namun, itikad baik yang diperoleh dalam perjalanan itu bisa saja hilang jika ia terpaksa keluar dari jabatannya atau setidaknya harus mengabaikan urusan internasional karena posisi politiknya di dalam negeri melemah. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya