Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai mengaudit perusahaan taksi Green SM menyusul kecelakaan kereta api di Bekasi yang melibatkan armadanya. Audit dilakukan secara menyeluruh, dan pemerintah membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran serius.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, proses audit investigasi sudah berjalan sejak sehari setelah insiden terjadi. Pemeriksaan tidak hanya menyasar armada yang terlibat kecelakaan, tetapi juga sistem operasional perusahaan secara keseluruhan, termasuk pool tempat kendaraan tersebut beroperasi.
Advertisement
“Kami sudah melakukan mulai melakukan audit investigasi kepada perusahaan taksi hijau yang kemarin terlibat dalam kecelakaan. Khususnya di pool dimana taksi tersebut base ditempatkan,” ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan perusahaan benar-benar menjalankan standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku dalam layanan transportasi umum. Kemenhub ingin melihat secara utuh bagaimana perusahaan mengelola armada dan menjamin keamanan penumpang.
Dudy menegaskan, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi jika hasil audit menemukan pelanggaran, terlebih yang berkaitan dengan keselamatan.
“Kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan. Apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang cukup serius,” katanya.
Kecelakaan Mobil Listrik Green SM Vs Kereta, VinFast Fokus Investigasi
Sebelumnya, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan pihaknya masih melakukan investigasi terkait kecelakaan mobil listrik yang melibatkan layanan transportasi Green SM Indonesia dengan KRL Commuter Line. Insiden tersebut terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan.
“Saat ini investigasi masih berlangsung, sehingga kami belum dapat menyampaikan detail teknisnya,” kata Kariyanto dikutip dari Antara, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. Oleh karena itu, VinFast terus memberikan edukasi kepada pengguna kendaraan listriknya di Indonesia, terutama terkait pentingnya kewaspadaan di area berisiko.
Sebagai informasi, Green SM Indonesia merupakan layanan transportasi daring berbasis kendaraan listrik yang menggunakan armada produksi VinFast.
“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami terus mengedukasi pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan, terutama di area berisiko seperti perlintasan kereta,” ujar dia.
Sementara itu, Green SM Indonesia juga telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram resmi @id.greensm, perusahaan menyatakan telah bekerja sama dengan pihak berwenang.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan.
Menjaga Standar Keselamatan
Green SM menegaskan komitmennya untuk menjaga standar keselamatan dalam operasional layanan transportasi mereka.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjut pernyataan tersebut.
Perusahaan juga memastikan akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan keamanan pengguna dan masyarakat sekitar.
VinFast menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi pengguna kendaraan listrik, terutama di titik-titik rawan seperti perlintasan kereta api. Upaya ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.
Perusahaan menyebut, selain teknologi kendaraan, faktor perilaku pengguna juga berperan besar dalam keselamatan berkendara. Karena itu, sosialisasi dan edukasi menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Di sisi lain, insiden ini menjadi perhatian publik terkait keselamatan transportasi berbasis listrik yang kini semakin berkembang di Indonesia.