Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Rabu, (22/4/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan di tengah lonjakan harga perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 1.500 menjadi Rp 49.550. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 51.050.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 12.912.500 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 24.900.000.
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia bertahan di bawah USD 78 per ounce pada Rabu pekan ini. Hal ini terjadi setelah harga perak turun hampir 4% pada sesi sebelumnya, karena rencana putaran kedua negosiasi perdamaian Amerika Serikat-Iran gagal meskipun Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata. Harga perak dunia naik 1,99% ke USD 78,14.
Laporan menunjukkan Wakil Presiden JD Vance membatalkan rencana perjalanan ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan setelah Iran memberi tahu AS melalui Pakistan kalau tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Iran juga menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS terus mencegat kapal.
Sementara itu, Trump mengatakan dia akan menunda serangan lebih lanjut sampai Iran mengajukan proposal baru dan negosiasi selesai. Harga perak saat ini turun sekitar 17% sejak konflik dimulai. Logam mulia ini juga menghadapi tekanan tambahan dari sidang konfirmasi Senat untuk calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, yang berjanji untuk bertindak secara independen. Ia menyerukan kerangka kerja baru untuk mengatasi inflasi yang terus-menerus tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia merosot pada perdagangan Selasa, 21 April 2026. Harga emas tergelincir seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan investor tetap berhati-hati karena investor menantikan pembicaraan sementara antara AS-Iran dan sidang konfirmasi Senat untuk calon ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh pada Selasa sore.
Mengutip CNBC, Rabu, (22/4/2026), harga emas spot turun 0,9% menjadi USD 4.777,77 per ounce pada pukul 12.53 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,7% menjadi USD 4.797,90.
Dolar AS sedikit menguat, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. “Pasar ragu-ragu tentang potensi kesepakatan antara AS dan Iran, mengingat perkembangan akhir pekan dan retorika yang beragam. Ini menahan para pelaku pasar bullish untuk saat ini dan dapat membatasi harga emas dalam kisaran yang ketat sampai kepastian tiba,” ujar Analis MarketPulse by OANDA, Zain Vawda.
Ia menuturkan, emas diperkirakan diperdagangkan antara USD 4.750 dan USD 4.850, dengan pergerakan di atas angka tersebut bergantung pada pengumuman dari Timur Tengah.
Sentimen Harga Emas Lainnya
AS menyatakan keyakinan pembicaraan damai dengan Iran akan berjalan lancar di Pakistan dan seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran sedang mempertimbangkan untuk bergabung, bahkan ketika kementerian luar negeri negara itu mengutuk AS atas apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap kapal dagang Iran Touska pada akhir pekan.
Harga minyak turun karena ekspektasi pembicaraan damai akan menyebabkan lebih banyak pasokan mengalir dari wilayah penghasil minyak utama di Teluk.
Kekhawatiran inflasi meningkat seiring dengan harga minyak, yang telah melonjak sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, permintaan untuk aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini menurun ketika suku bunga tinggi.