10 Saham Top Losers pada 13-17 April 2026

Berikut 10 saham top losers sepekan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,3%.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 April 2026, 12:36 WIB
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada perdagangan saham 13-17 April 2026. IHSG sepekan meski melonjak, ada 10 saham yang catat penurunan terbesar atau top losers.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (19/4/2026), IHSG melompat 2,35% sehingga ditutup ke level 7.634. Dibandingkan pekan lalu, kenaikan IHSG ini berkurang dari sebelumnya naik 6,14% ke  7.458,49. Kapitalisasi pasar bertambah 3,38% menjadi Rp 13.635 triliun dari pekan lalu Rp 13.189 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, selama sepekan IHSG menguat 2,35% dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian.

“Dari sisi sentimen, investor masih mencermati negosiasi antara AS dan Iran yang saat ini belum menemukan jalan tengahnya,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari sisi pergerakan harga komoditas emas yang menguat dan minyak dunia yang melemah juga mempengaruhi IHSG. “Dari domestik, penguatan IHSG ditopang oleh pergerakan emiten-emiten konglomerasi,” tutur dia.

Sementara itu, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yakni sebesar 33,12% menjadi 42,98 miliar saham dari 32,28 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan 32,71% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 2,05 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Peningkatan turut dialami rata-rata nilai transaksi harian pekan ini sebesar 17,56% menjadi Rp 20,36 triliun dari Rp 17,32 triliun pada pekan lalu.

Pekan ini, investor asing juga masih melakukan aksi jual saham. Tercatat aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 2,71 triliun dibandingkan pada pekan lalu Rp 3,31 triliun.

 

Top Losers Sepekan

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di tengah kenaikan IHSG, ada 10 saham catat koreksi terbesar atau top losers sepekan. Berikut 10 saham top losers sepekan berdasarkan data BEI:

1.PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

Saham MSIN melemah 29,55% menjadi Rp 930 per saham dari pekan lalu Rp 1.320 per saham.

2.PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

Saham APIC merosot 21,41% menjadi Rp 1.230 per saham dari pekan lalu Rp 1.565 per saham.

3.PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA)

Saham DIVA merosot 15,18% menjadi Rp 162 per saham dari pekan lalu Rp 191 per saham.

4.PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS)

Saham OPMS merosot 14,63% menjadi Rp 140 per saham dari pekan lalu Rp 164 per saham.

5.PT Ace Oldfields Tbk (KUAS)

Saham KUAS merosot 13,48% menjadi Rp 122 per saham dari pekan lalu Rp 141 per saham.

 

Saham Top Losers Lainnya

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)

Saham ROTI merosot 11,80% menjadi Rp 710 per saham dari pekan lalu Rp 805 per saham.

7.PT Pudjiadi And Sons Tbk (PNSE)

Saham PNSE merosot 11,59% menjadi Rp 610 per saham dari pekan lalu Rp 690 per saham.

8.PT Inocyle Technology Group Tbk (INOV)

Saham INOV merosot 11,51% menjadi Rp 123 per saham dari pekan lalu Rp 139 per saham.

9.PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR)

Saham BPTR merosot 9,47% menjadi Rp 86 per saham dari pekan lalu Rp 95 per saham.

10.PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN)

Saham AMAN merosot 9,26% menjadi Rp 294 per saham dari pekan lalu Rp 324 per saham.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya