Godzilla Bangkit Lagi, Nissan GT-R Baru Meluncur 2030 dengan Mesin Hybrid

Nissan GT-R atau yang sering disebut Godzilla ternyata tidak mati. Bahkan, jenama asal Jepang ini, berencana untuk menghidupkan model sport legendaris ini.

oleh Arief AszhariDiterbitkan 06 April 2026, 13:04 WIB
Godzilla Bangkit Lagi, Nissan GT-R Baru Meluncur 2030 dengan Mesin Hybrid (Motor1)

Liputan6.com, Jakarta - Nissan GT-R atau yang sering disebut Godzilla ternyata tidak sepenuhnya mati. Bahkan, jenama asal Jepang ini, berencana untuk menghidupkan model sport legendarisnya tersebut pada 2030.

Informasi Nissan GT-R generasi baru ini, diungkap langsung oleh salah satu pejabat perusahaan, yang berbicara secara eksklusif di gelaran New York Auto Show 2026. yang memastikan proyek R36 GT-R ini mulai digarap, meskipun masih fase sangat awal.

Disitat dari Motor1, Senin (6/4/2026), generasi anyar Nissan GT-R ini disebut akan mendapatkan ubahan besar, termasuk penggunaan platform yang benar-benar baru.

Dari sisi jantung pacu, Nissan tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan mesin legendaris VR38. Mesin V6 twin-turbo berkapasitas 3.8 liter tersebut berpeluang tetap digunakan, namun dengan sejumlah ubahan signifikan pada bagian internal seperti piston dan kepala silinder.

Hal ini dilakukan agar performa tetap tinggi, sekaligus mampu memenuhi regulasi emisi global yang semakin ketat.

Menariknya, sistem elektrifikasi akan menjadi bagian penting dari GT-R terbaru. Nissan mengisyaratkan bahwa teknologi hybrid hampir pasti digunakan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus performa.

Pilihan Mesin Hybrid

Dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, performa GT-R generasi terbaru diprediksi melonjak signifikan. Sejumlah laporan menyebut keluaran tenaga bisa melampaui 700 hp, jauh lebih besar dibandingkan GT-R R35 Nismo yang berada di kisaran 600 hp. Sistem hybrid juga akan membantu meningkatkan respons throttle serta mengisi celah torsi saat akselerasi.

Keputusan Nissan untuk tidak langsung beralih ke mobil listrik murni juga bukan tanpa alasan. Pabrikan menilai teknologi baterai saat ini masih memiliki keterbatasan, terutama dari sisi bobot dan manajemen panas saat digunakan di lintasan.

Dengan begitu, pendekatan hybrid dianggap sebagai solusi terbaik untuk menjaga karakter performa khas GT-R.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya