Bakal Diautopsi di RS Beirut, Begini Teknis Pemulangan Jenazah Praka Farizal ke Indonesia

Kemudian setelah proses autopsi selesai, akan dilaksanakan proses mekanisme repatriasi oleh UNIFIL.

oleh Kukuh SetyonoDiterbitkan 31 Maret 2026, 21:55 WIB
Anggota TNI Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan Israel di Lebanon. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan diautopsi di rumah sakit di Kota Beirut, Lebanon. Farizal gugur terkena mortir ketika sedang melaksanakan salat isya di pos jaga pasukan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

"Nanti direncanakan untuk dievakuasi ke rumah sakit di Beirut kalau tidak salah. Nanti di situ baru dilakukan autopsi standar yang rumah sakit lebih lengkap," kata Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Dimar Bahtera kepada wartawan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (31/3/2026).

Kemudian setelah proses autopsi selesai, akan dilaksanakan proses mekanisme repatriasi oleh UNIFIL.

"Kemudian setelah itu nanti baru mencari rute penerbangan, karena semuanya close tapi sudah handle sama Kementerian Luar Negeri sama atase pertahanan di negara sekitar Lebanon," lanjutnya.

Kemungkinan penerbangan akan dilakukan melalui Mesir atau Yordania. Hal ini mengingat situasi di Lebanon yang tidak memungkinkan.

Kemudian ketika tiba di Indonesia, dilanjut dengan penghormatan kepada pahlawan yang gugur. Jika tidak dilakukan di Mabes TNI, akan digelar di Kementerian Pertahanan.

"Kemudian nanti dari Jakarta kemungkinan bisa langsung ke sini (Kulon Progo)," terangnya.

Pemakaman prajurit dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah ini akan dilakukan secara militer di Kulon Progo.

"Pemakamnya di sini sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara penghormatan pemakaman secara militer," pungkasnya.

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur akibat serangan pada Minggu 29 Maret 2026 dan Senin 30 Maret 2026.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah melalui keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Dia menyebutkan identitas tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Lebanon:

1. Praka Farizal Rhomadhon

2. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

3. Sertu Muhammad Nur Ichwan

Selain tiga TNI yang gugur, ada lima anggota yang mengalami luka-luka. Yakni:

1. Praka Rico Pramudia

2. Praka Bayu Prakoso

3. Praka Arif Kurniawan

4. Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana

5. Praka Deni Rianto

Dia menjelaskan, ada dua insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Insiden pertama terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon. Atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB.

Terjadi serangan di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.

Akibat serangan ini, Praka Farizal Rhomadhon gugur. Sementara Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Insiden kedua terjadi pada Senin 30 Maret 2026. Iinsiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya