Macron Serukan Jeda Perang di Timur Tengah saat Idul Fitri

Gagasan ini disampaikan oleh Macron jelang KTT para pemimpin Uni Eropa.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 20 Maret 2026, 13:05 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat menghadiri Pertemuan Tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026). (Dok. AP/Markus Schreiber)

Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah selama hari raya keagamaan, sebagai upaya baru menyelesaikan konflik Iran melalui negosiasi.

"Saat kawasan ini memasuki musim hari raya keagamaan, saya pikir semua orang harus tenang dan operasi militer harus dihentikan setidaknya selama beberapa hari untuk memberi kesempatan lain bagi negosiasi," kata Macron menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa, dikutip dari laman Antara News, Jumat (20/3/2026).

Umat Muslim akan merayakan Idul Fitri pada tanggal 20 Maret, yang menandai berakhirnya puasa yang dilakukan selama bulan suci Ramadan.

Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "preemptif" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya