OJK Blak-blakan Soal Keuntungan Demutualisasi di Bursa

Demutualisasi di bursa efek membuka peluang penerapan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 13 Maret 2026, 17:45 WIB
Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan bahwa demutualisasi di bursa efek membuka peluang penerapan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus mendorong pengembangan bisnis bursa di masa depan.

Langkah ini dinilai dapat menghadirkan ide dan strategi baru dalam pengelolaan bursa agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan demutualisasi pada dasarnya memberikan kesempatan kepada pihak di luar anggota bursa untuk turut memiliki saham bursa. Dengan begitu, struktur kepemilikan tidak lagi terbatas hanya pada anggota bursa.

“Sebetulnya kan ciri utama dari demutualisasi adalah membuka kesempatan partisipasi pemegang saham atau kepemilikan saham bursa oleh pihak lain, di luar anggota bursanya,” kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, perubahan struktur kepemilikan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masuknya gagasan baru dalam pengembangan bisnis bursa. Hal ini penting untuk menjawab tantangan industri pasar modal yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Tapi di balik itu tentu kita harapkan akan hadir motif-motif dan ide-ide baru dalam pengembangan bisnis bursa itu sendiri. Yang mungkin semula dengan keanggotaan terbatas hanya anggota bursanya, tentu kesempatan melebarkan kegiatan usaha itu menjadi agak terbatas,” jelasnya.

 

Dorong Modernisasi dan Konektivitas Global

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selain memperluas kepemilikan, demutualisasi juga dipandang sebagai langkah untuk mempercepat modernisasi bursa efek. Perubahan struktur ini dinilai dapat memperkuat kapasitas bursa dalam merespons perkembangan teknologi dan integrasi pasar keuangan global.

Hasan menilai tuntutan modernisasi serta meningkatnya keterkaitan antar bursa di tingkat regional maupun global menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan. Bursa tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat perdagangan saham, tetapi juga sebagai pusat inovasi layanan pasar modal.

“Tapi bayangkan tuntutan modernisasi, interconnectedness atau keterkaitan antar bursa regional, global utama, itu menjadi potensi dan peluang yang luar biasa besar pada saat kita hadirkan demutualisasi bursa efek ini ke depannya,” pungkasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya