Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai pembangunan proyek rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat.
Proyek ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang menjadi langkah awal pembangunan hunian vertikal berskala besar bagi masyarakat.
Advertisement
Menteri Maruarar atau yang akrab disapa Ara menjelaskan bahwa rusun tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare. Dari lahan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan hingga sekitar 140 ribu unit hunian.
"Dengan luasan hanya sekitar 30 hektare, itu bisa ratusan ribu [unit] yang akan terbangun. Coba bayangkan kalau itu entar rumah tapak, itu butuh mungkin 1.000 hektare lebih. Kita tahu tanah makin mahal dan makin sulit," kata Maruarar dalam acara Ground Breaking Rusun Subsidi Meikarta, di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Dalam proyek tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 18 menara rusun. Setiap menara dirancang memiliki 32 lantai, sehingga mampu menampung puluhan ribu unit hunian dalam satu kawasan.
Selain hunian, kawasan rusun juga akan didukung berbagai fasilitas penunjang yang berada tidak jauh dari lokasi. Salah satunya adalah fasilitas pendidikan yang saat ini sedang direnovasi oleh pemerintah pusat dan dapat dijangkau sekitar 10 menit dari area rusun.
Tinjau Rumah Sakit
Menteri Ara juga meninjau rumah sakit yang lokasinya berjarak sekitar 10–11 menit dari kawasan tersebut. Ia bahkan sempat berbincang dengan sejumlah pasien, termasuk pekerja atau buruh, untuk memastikan akses layanan kesehatan dapat dimanfaatkan dengan baik.
"Yang kedua, saya juga sudah mendatangi rumah sakit, yang kurang lebih juga 10-11 menit. Di situ saya bertemu dengan pasiennya dan saya cari pasiennya itu yang buruh," ujarnya.
Dari hasil pengecekan itu, Ara memastikan bahwa rumah sakit tersebut menerima layanan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Dekat dengan Area Industri dan Pasar
Selain fasilitas kesehatan, kawasan rusun juga berada dekat dengan area industri, pasar, serta tempat ibadah, sehingga dinilai cukup mendukung kebutuhan para pekerja yang akan menghuni rusun tersebut.
"Dekat dengan pasar dan tempat ibadah juga tidak terlalu jauh dari sini, bahkan juga akan ada yang dibangun," pungkasnya.