Pemuda Katolik dan Polri Tanam Jagung 80 Hektar di Cianjur, Dukung Target Swasembada Panganj

Ketahanan pangan adalah isu masa depan bangsa.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 07 Maret 2026, 17:00 WIB
Polri bersama Pemuda Katolik Komda Jawa Barat menggelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di lahan seluas 80 hektar di Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Polri bersama Pemuda Katolik Komda Jawa Barat menggelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di lahan seluas 80 hektar di Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).

Lahan tersebut merupakan milik PT Cirata Wahana Pesona Sakti (Yayasan Trisakti) dan dikelola oleh CV. Nera Agro Mandiri, unit usaha Pemuda Katolik Cianjur. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Polres Cianjur, Bulog Cianjur, BUMDes Cianjur, serta Gapoktan Desa Mande.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Penanaman jagung ini adalah wujud sinergi antara Polri, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar,” ujarnya dalam keterangan diterima.

 

Partisipasi Aktif

Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, mengatakan bahwa keterlibatan kader Pemuda Katolik dalam program ini merupakan bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam menjawab agenda strategis bangsa.

“Ketahanan pangan adalah isu masa depan bangsa. Karena itu kader Pemuda Katolik perlu hadir dengan kerja nyata, membangun kolaborasi dengan pemerintah, aparat, dan kelompok tani,” kata Gusma.

Ia juga mengajak kader Pemuda Katolik di berbagai daerah untuk mengembangkan program serupa sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komda Pemuda Katolik Jawa Barat, Alfian Syukur, menilai pengelolaan lahan pertanian melalui kolaborasi seperti ini dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat peran kader dalam pembangunan daerah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya