Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyoroti aktivitas lapangan padel yang kian menjamur di Jakarta dan membuat warga terganggu karena kebisingan.
Ia mengingatkan agar pertumbuhan lapangan padel harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekitar. Menurutnya, antusiasme terhadap olahraga tidak boleh mengabaikan hak warga untuk istirahat tenang.
Advertisement
"Aktivitas olahraga tersebut tetap harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan," ujar Hetifah pada wartawan, Jumat (20/2/2026).
DPR meminta pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan. Termasuk ambang batas kebisingan dan jam operasional.
"Saya mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan," ucap Hetifah.
Hetifah juga meminta para pengelola lapangan padel harus memasang peredam suara hingga pembatasan jam operasional bisa menjadi solusi.
"Jika diperlukan, pengelola mesti memasang peredam suara serta membatasi jam operasional agar tidak mengganggu warga sekitar. Intinya, olahraga harus berkembang, tetapi tidak mengganggu kepentingan dan kenyamanan masyarakat," pungkas Hetifah.
Pramono Bakal Tindak Tegas Lapangan Padel Tak Berizin dan Ganggu Kenyamanan Warga di Jakarta
Sebelumnya, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta menyebut akan memanggil pengelola serta pihak-pihak terkait lainnya terkait keberadaan lapangan padel yang dikeluhkan warga.
Dia menyebut tidak akan mentolerir lapangan padel yang bermasalah secara perizinan hingga mengganggu kenyamanan warga.
"Saya akan mengundang seluruh stakeholder yang berkaitan dengan izin padel ini. Saya minta dipresentasikan secara lengkap," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Ia menyampaikan, apabila ditemukan lokasi atau lapangan padel yang tidak sesuai dengan izin Pemprov DKI tidak akan ragu mengambil langkah tegas.
"Bagi daerah-daerah yang mengganggu masyarakat karena tidak sesuai izin, Pemerintah DKI Jakarta tidak segan-segan mengambil tindakan tegas," ucap Pramono.
Terjadi Kebisingan
Sebelumnya, muncul keluhan terkait lapangan padel di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel). Warga yang bermukim di sekitar lokasi mengaku terganggu oleh kebisingan yang timbul dari fasilitas padel.
Keluhan ini diunggah akun Threads @idhm yang viral dalam beberapa hari terakhir. Dalam thread tersebut, ia mengaku mendengar kebisingan dari aktivitas lapangan padel Fourtwall Haji Nawi sejak Januari 2026.
Akun Threads @idhm menggambarkan kebisingan terjadi hampir tanpa jeda, mulai pukul 06.00 pagi hingga 00.00 malam. Dengan durasi permainan rata-rata dua hingga tiga jam per sesi, aktivitas yang silih berganti membuat suara benturan bola dan teriakan pemain terus terdengar sepanjang hari.
"Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2–3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan," tulis akun Threads @idhm tersebut.
Tak tinggal diam, ia bersama sejumlah tetangga mulai mencatat dan mendokumentasikan tingkat kebisingan yang terjadi. Mereka juga berdiskusi dengan rekan-rekan yang memahami advokasi lingkungan untuk mempelajari aspek zonasi, tata ruang, hingga regulasi baku mutu kebisingan.