Pengakuan Anies Baswedan Saat Hadiri Buka Bersama di DPP NasDem

Anies Baswedan menyebut kehadirannya dalam buka puasa bersama DPP NasDem sebagai bentuk silaturahmi.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 19 Februari 2026, 21:23 WIB
Mantan Gubernur Jakarta yang juga merupakan eks calon presiden 2024, Anies Baswedan di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Delvira Hutabarat).

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur Jakarta yang juga merupakan eks calon presiden 2024, Anies Baswedan mengaku senang menerima undangan untuk hadir dalam acara buka puasa bersama di DPP Partai NasDem di Jakarta.

"Kita selalu senang sekali setiap kali ada kesempatan silaturahmi. Dan DPP Nasdem mengundang silaturahmi buka puasa, seperti tadi pesannya bahwa ini adalah kesempatan bersilaturahmi berbuka puasa bersama sama mudah mudahan membawa berkah buat semua," kata dia di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Anies yang terlihat berbicang hangat dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla itu, mengaku tak ada pembahasan khusus.

"Ya ngobrol aja kita mau salat, gitu saja, santai," ungkap dia.

Selain Jusuf Kalla turut hadir Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid.

Lalu ada Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, lalu ada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, serta Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

Di lain sisi, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kegiatan ini digelar partainya mempunyai makna tersendiri.

"Tentu kita bersama-sama sepakat bisa memberikan makna tersendiri agar hubungan silaturahmi yang telah ada selama ini, yang tetap terjaga sedemikian rupa, bisa tetap mampu dipertahankan, bahkan diperkuat dengan kehadiran kita bersama untuk memperkuat tali silaturahmi itu sendiri," kata dia dalam sambutannya.

Ramadan, Ujian Menahan Godaan

Selain itu, dalam bulan suci Ramadan ini juga disebutnya memiliki makna dan manfaat untuk bisa memperkuat kemampuan daya tahan terhadap berbagai godaan.

"Bukan hanya yang menyangkut masalah menahan lapar dan minum kehausan, tapi berbagai hal-hal yang barangkali bisa kembali mensucikan semangat dan spirit kita untuk memaknai bulan suci Ramadan ini sendiri," ungkap Surya.

"Kita mampu untuk memberikan tetap spirit dan semangat kita agar makna bulan suci ini tetap bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi perjuangan kita bersama membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini," sambungnya.

 

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya