DSSA Gelar RUPSLB 11 Maret 2026, Minta Restu Stock Split 1:25

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi mengumumkan pemanggilan RUPSLB untuk menyetujui rencana pemecahan saham (stock split)

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Februari 2026, 17:45 WIB
IHSG sempat membaik usai terseok-seok pada awal perdagangan dengan penghentian sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan yang mencapai delapan persen. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bersiap melakukan aksi korporasi besar rencana pemecahan saham (stock split). Untuk menjalankan aksi tersebut, perseroan akan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Maret 2026.

Berdasarkan surat resmi Perseroan Nomor 030/CSDSS-02/2026 yang dirilis pada 16 Februari 2026, RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, pukul 16.00 WIB. Rapat akan digelar di Ruang Danamas, Sinar Mas Land Plaza, Menara 2 Lantai 39, Jakarta Pusat.

Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat tersebut adalah pihak yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 13 Februari 2026 atau sesuai dengan recording date yang telah ditetapkan Perseroan.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (16/2/2026), manajemen DSSA menyampaikan bahwa agenda tunggal dalam RUPSLB kali ini adalah permohonan persetujuan atas rencana pemecahan saham (stock split) serta penyesuaian Anggaran Dasar perusahaan.

Direksi berencana melakukan stock split dengan rasio 1:25. Artinya, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi 25 saham baru. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah saham beredar sehingga harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor, baik ritel maupun institusi.

Manajemen berharap, aksi korporasi ini dapat memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.

 

Harga Saham Premium

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Rencana stock split ini dinilai relevan dengan kondisi harga saham DSSA yang saat ini berada di level premium. Pada penutupan perdagangan 13 Februari 2026, harga saham DSSA tercatat mencapai Rp 94.325 per saham. Secara tahunan, saham ini telah melonjak sekitar 154,93 persen.

Harga yang relatif tinggi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor pembatas bagi sebagian investor ritel untuk berinvestasi di saham DSSA di Bursa Efek Indonesia.

Agar rencana pemecahan saham dapat direalisasikan, RUPSLB harus memenuhi ketentuan kuorum kehadiran, yakni sedikitnya dua pertiga dari total saham dengan hak suara. Selain itu, keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh lebih dari dua pertiga suara sah yang hadir dalam rapat.

Dengan rencana ini, DSSA menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan daya tarik saham di pasar modal, sekaligus membuka peluang partisipasi investor yang lebih luas di masa mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya