Malaysia Siap Sambut Ramadan 2026, Awal Puasa Diperkirakan 19 Februari

Bagaimana prosedur pengaturan awal Ramadan di Malaysia?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 16 Februari 2026, 07:15 WIB
Ilustrasi Malaysia (AFP)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Ramadan 1447 Hijriah di Malaysia diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, kepastian tanggal awal puasa baru akan diumumkan secara resmi setelah proses rukyat atau pengamatan hilal yang dijadwalkan pada 17 Februari.

Di Malaysia, penetapan awal Ramadan mengikuti prosedur ketat dan terstruktur. Pengumuman dilakukan pada malam 29 Syaban oleh Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja, setelah menerima laporan dari 29 lokasi resmi pemantauan hilal di seluruh negeri. Keputusan tersebut mengacu pada kombinasi rukyat dan hisab (perhitungan astronomi), yang kemudian diperkenankan oleh Majelis Raja-Raja dan disahkan oleh Yang di-Pertuan Agong sebagai kepala negara.

Hasil penetapan awal Ramadan disiarkan secara langsung melalui Radio Televisyen Malaysia. Begitu diumumkan, keputusan tersebut bersifat final dan menjadi acuan nasional, dikutip dari khaleejtimes, Senin (16/2/2026).

Hari pertama Ramadan ditetapkan sebagai hari libur nasional, mencerminkan posisi penting bulan suci ini dalam kehidupan sosial dan keagamaan Malaysia. Jika awal puasa jatuh pada 19 Februari, umat Islam akan mulai berpuasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan durasi sekitar 13 jam per hari.

Menjelang Ramadan, suasana persiapan terasa di berbagai penjuru negeri. Masjid-masjid merampungkan jadwal ibadah, termasuk pelaksanaan salat Tarawih pada malam hari. Pusat-pusat perdagangan dan ruas jalan utama dipadati bazar Ramadan yang menjajakan aneka hidangan berbuka puasa. Sejumlah perkantoran juga menyesuaikan jam kerja.

Di tingkat keluarga, perencanaan menu sahur dan berbuka mulai disusun, termasuk agenda silaturahmi dan kegiatan bersama sepanjang malam Ramadan. Ritme kehidupan pun berubah. Pagi hari cenderung lebih tenang, sementara aktivitas meningkat selepas magrib. Kawasan perkotaan tetap hidup hingga larut malam, dipenuhi warga yang berbuka, berbelanja, atau berkumpul bersama keluarga.

Bagi umat Islam, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Bulan ini juga menjadi momentum memperbanyak ibadah, memperbaiki perilaku, serta mempererat solidaritas sosial. Di ruang-ruang publik, suasana kebersamaan dan kepedulian sosial terasa lebih kuat dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Seiring waktu berjalan, perhatian masyarakat perlahan akan mengarah pada persiapan Idulfitri. Namun hingga saat itu, Ramadan tetap menjadi pengalaman kolektif yang membentuk dinamika sosial Malaysia—spiritual bagi umat Muslim dan signifikan bagi kehidupan nasional secara keseluruhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya