Harga Bitcoin Terpangkas 50% dari Posisi Tertinggi, Pengamat Bilang Begini

Veteran hedge fund, Gary Bode menilai, koreksi harga bitcoin hingga 50% sebagai konsekuensi alami dari desain bitcoin.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Februari 2026, 16:50 WIB
Penurunan tajam bitcoin (BTC) hampir 50% dari harga tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025 sekitar USD 126.000 telah kembali menghidupkan perdebatan tentang stabilitas kripto ini. (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Penurunan tajam bitcoin (BTC)  hampir 50% dari harga tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025 sekitar USD 126.000 telah kembali menghidupkan perdebatan tentang stabilitas kripto ini. Akan tetapi, veteran hedge fund Gary Bode menuturkan, aksi jual merupakan ciri khas volatilitas aset tersebut. Ia menilai, hal itu bukan pertanda krisis yang lebih luas.

Mengutip Yahoo Finance, dalam sebuah unggahan di X, Bode mencatat meskipun penurunan harga baru-baru ini tidak menyenangkan dan mengejutkan.

"Hal itu bukan hal yang tidak biasa dalam sejarah bitcoin. Penurunan 80%-90% adalah hal biasa,” ujar dia.

"Mereka yang bersedia menanggung volatilitas yang selalu bersifat sementara telah mendapatkan imbalan yang besar dengan keuntungan jangka panjang yang luar biasa,” ujar dia.

Ia mengatakan, sebagian besar gejolak baru-baru ini dapat ditelusuri ke reaksi pasar terhadap nominasi Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua the Federal Reserve (the fed).

Investor menafsirkan langkah tersebut sebagai sinyal the Federal Reserve (the Fed) mungkin akan mengambil sikap hawkish, menaikkan suku bunga dan membuat aset tanpa imbal hasil seperti bitcoin, emas dan perak menjadi relatif kurang menaik. Selain itu, di pasar terjadi aksi jual paksa sehingga bebani pasar.

Namun, Bode membantah interpretasi pasar. Ia menunjuk pada pernyataan public Warsh yang mendukung penuurnan suku bunga dan catatan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunjukkan Warsh menjanjikan penurunan suku bunga dana federal.

Dikombinasikan dengan defisit multi-triliunan dolar AS yang terus berlanjut di Kongres, Bode menilai, the Fed memiliki kemampuan terbatas untuk memengaruhi imbal hasil treasury jangka panjang, faktor kunci dalam pinjaman perusahaan dan suku bunga hipotek.

“Saya pikir pasar salah dalam hal ini,” ujar dia.

Ia menekankan, persepsi bukan fundamental yang mendorong sebagian besar penjualan baru-baru ini.

Sumber Potensial Tekanan Bitcoin

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Bode juga menyoroti “paus”, pemegang bitcoin awal yang menambang dan membeli koin ketika harganya mendekati nol sedang melepas kepemilikan mereka. Meskipun Bode mengakui dompet besar telah aktif dan beberapa penjual besar telah muncul. Ia menilai langkah-langkah ini sebagai pengambilan keuntungan daripada indikasi kelemahan jangka panjang.

Bode juga menandai Strategy sebagai sumber potensial tekanan jangka pendek. Saham Strategy itu jatuh setelah bitcoin merosot di bawah harga di mana Strategy membeli banyak kepemilikannya, memicu kekhawatiran Saylor mungkin akan menjual. Bode menggambarkan risiko ini sebagai nyata tetapi terbatas. Ia membandingkan ketika Warren Buffett membeli saham besar di  sebuah perusahaan.

“Investor menyukai dukungan tersebut tetapi khawatir tentang penjualan akhirnya,” kata dia.

Ia menekankan, bitcoin akan bertahan dari peristiwa seperti itu, meski harganya dapat turun sementara.

Faktor Lainnya

Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Faktor lain adalah munculnya exchange traded fund atau ETF dan derivatif yang melacak harga kripto tanpa memerlukan kepemilikan koin yang mendasarinya.

Meskipun instrumen ini meningkatkan pasokan efektif yang tersedia untuk diperdagangkan, instrumen ini tidak mengubah batas maksimal bitcoin sebesar 21 juta koin, yang menurut Bode tetap menjadi jangkar penting untuk nilai jangka panjang. Ia membandingkannya dengan pasar perak, di mana peningkatan perdagangan kertas awalnya menekan harga hingga permintaan fisik mendorongnya lebih tinggi.

Bode menilai, koreksi harga bitcoin baru-baru ini sebagai konsekuensi alami dari desain bitcoin. “Volatilitas adalah bagian dari permainan dan mereka yang bersedia menanggungnya pada akhirnya mungkin akan mendapatkan imbalan. Bagi investor poin pentingnya adalah fluktuasi harga, betapapun dramatisnya, belum tentu merupakan sinyal risiko sistemik,” kata dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya