Liputan6.com, Jakarta - Panggung Top Brand Award 2026 yang digelar di Bali, baru-baru ini, mencatatkan sejarah baru dalam industri teknologi (kecerdasan buatan atau AI) dan manajemen merek di Indonesia.
Untuk pertama kalinya, ajang penghargaan bergengsi ini sepenuhnya dipandu oleh AI, melalui kehadiran asisten virtual Toba dan MC AI bernama Lisa karya anak bangsa.
Advertisement
Toba dapat diakses melalui website resmi Top Brand Award, untuk membantu brand dan publik mengakses informasi, insight, dan data seputar Top Brand Award secara cepat, akurat, dan interaktif.
Sementara Lisa merepresentasikan perannya sebagai AI KOL Recruiter & Brand Personal Assistant dari Bigmoo.ai, yang menunjukkan bagaimana AI dapat mengambil peran nyata dalam dunia branding, event orchestration, dan KOL ecosystem.
CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D., menegaskan bahwa kehadiran Toba dan Lisa adalah bukti konkret bagaimana digitalisasi menjadi kunci bagi sebuah merek untuk tetap relevan.
"Dunia telah berubah. Kehadiran asisten virtual Toba dan Lisa sebagai MC AI pertama adalah bukti bagaimana teknologi memperkuat brand equity," ujar Handi dalam pemaparannya yang bertajuk “How Much is Your Brand Worth?,” dikutip Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, inovasi seperti Toba dan Lisa merupakan bentuk nyata dari investasi pada intangible asset atau aset tidak berwujud.
AI sebagai Aset Tak Berwujud
Di era modern, nilai sebuah perusahaan tidak lagi hanya diukur dari aset fisik (tangible asset), melainkan dari kepercayaan pasar terhadap inovasi dan ekuitas mereknya.
Data bursa menunjukkan bahwa saat ini proporsi intangible asset sering kali jauh melampaui nilai buku perusahaan. Teknologi dan ekuitas merek menjadi komponen terbesar yang membentuk selisih nilai pasar tersebut.
"Di masa depan, nilai sebuah perusahaan akan dilihat dari seberapa besar kepercayaan pasar terhadap inovasi mereka," ucap Handi memungkaskan.
Mengukur Nilai Merek secara Strategis
Selain menyoroti kecanggihan Toba dan Lisa, ajang ini juga membedah pentingnya valuasi merek sebagai aset finansial strategis. Handi memaparkan lima metode utama untuk menghitung nilai sebuah merek, antara lain:
- Replacement Cost Method
- Market-Based Approach
- Price Premium Method
- Income Split Method
- Royalty Relief Method
Dengan adanya teknologi AI yang terintegrasi seperti Toba, perusahaan diharapkan dapat menyelaraskan strategi pemasaran dengan tujuan keuangan. Valuasi yang jelas membantu manajemen menentukan apakah biaya promosi merupakan pengeluaran jangka pendek atau investasi yang membangun nilai ekonomi jangka panjang.