Jadi Wamenkeu Baru, Juda Agung Tanggapi Langkah Purbaya

Wamenkeu Juda Agung merespons langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk OJK dan Bank Indonesia.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 05 Februari 2026, 19:15 WIB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung menilai langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam empat bulan terakhir. Dia menilai, langkah yang dilakukan oleh bos barunya terhadap Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sudah tepat. Sebab, dapat mengurangi korupsi di sana.

"Saya kira apa yang sudah dilakukan Pak Pur dalam 4 bulan terakhir, adalah upaya untuk mengurangi korupsi di dua lembaga itu,” katanya di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Kamis (4/2/2026).

Ia menegaskan, proses hukum harus tetap berjalan untuk melawan korupsi di kedua lembaga itu. Khususnya, dengan pendampingan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Saya kira seperti yang disampaikan bahwa proses hukum tentu harus didorong meskipun ada pendampingan dari Kemenkeu. Saya kira itu sudah langkah yang tepat," ujar dia.

Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan.

"Mengangkat Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029," demikian bunyi Keppres.

Setelah itu, Prabowo memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti oleh pejabat yang dilantik. Juda berjanji akan bekerja dengan sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi etika jabatan.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Juda Agung.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tangung jawab," sambung dia.

 

 

Dihadiri Sejumlah Pejabat

Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara Jakarta.

Selanjutnya, Juda Agung menandatangani berita acara pelantikan. Presiden Prabowo, Wapres Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang hadir memberikan ucapan selamat.

Pelantikan ini dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

 

Profil Juda Agung

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan kesannya setelah menjadi pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan yakni sebagai wakil menteri.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara Jakarta. Juda Agung mengantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Profil Juda Agung

Dikutip dari laman bi.go.id, Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Setelah menempuh pendidikan di bidang Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987.

Juda melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan mendapatkan gelar Master di bidang Commercial dan Social Science pada tahun 1995.

Juda mengawali karir di Bank Indonesia pada tahun 1991 sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

Tak lama dari itu, lelaki asal Pontianak ini pada tahun 1992-1993 menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di University of Birmingham hingga meraih gelar S3 PhD di bidang Economics pada tahun 1999. Setelah 3 tahun, Juda kembali dari tugas belajarnya di University of Birmingham.

Pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Setelah itu pada 2002-2003, dia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Selanjutnya, dia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada 2003-2006. Di tahun berikutnya, pada 2007-2008 Juda menjadi Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF, Washington DC.

Sepulangnya dari Washington, lelaki berusia 57 tahun ini kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter sejak tahun 2019.

Tak hanya itu, Juda juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014-2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), dan Pegawai Penugasan Setingkat Direktur Eksekutif Departemen Sumber Daya Manusia (2017-2019).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya