Epstein Files Picu Pengunduran Diri Pejabat Slovakia dan Seruan agar Eks Pangeran Inggris Kooperatif

Apa itu Epstein Files yang mengguncang dunia karena melibatkan sejumlah tokoh dunia?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 02 Februari 2026, 17:10 WIB
Dokumen dari berkas Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat difoto pada Jumat, 2 Januari 2026. (Dok. AP/Jon Elswick, arsip)

Liputan6.com, Washington, DC - Dokumen penyelidikan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) yang baru dirilis terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein atau Epstein Files memicu pengunduran diri seorang pejabat tinggi di Slovakia dan kembali menghidupkan seruan di Inggris agar seorang mantan pangeran memberikan keterangan kepada otoritas terkait hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh di seluruh dunia. 

Dampak tersebut muncul sehari setelah Kementerian Kehakiman AS mulai merilis kumpulan besar dokumen yang mengungkap lebih banyak detail mengenai interaksi Epstein dengan kalangan kaya dan terkenal setelah ia menjalani hukuman atas kejahatan seksual di Florida.

Di Slovakia, Perdana Menteri (PM) Robert Fico menerima pengunduran diri seorang pejabat bernama Miroslav Lajcak pada Sabtu (31/1/2026). Lajcak sebelumnya pernah menjabat selama satu tahun sebagai Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum, namun memilih meninggalkan jabatannya setelah foto dan email menunjukkan bahwa ia pernah bertemu Epstein dalam beberapa kesempatan setelah Epstein dibebaskan dari penjara.

Pengungkapan Epstein Files kembali memunculkan pertanyaan mengenai apakah sahabat lama Epstein, Andrew Mountbatten-Windsor—yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew—perlu bekerja sama dengan otoritas AS dalam penyelidikan atas jaringan Epstein.

PM Inggris Keir Starmer pada Sabtu seperti dikutip dari laporan Associated Press menyatakan bahwa Mountbatten-Windsor seharusnya menyampaikan kepada penyelidik AS segala informasi yang ia ketahui mengenai aktivitas Epstein. Hingga kini, mantan pangeran tersebut mengabaikan permintaan anggota Komite Pengawasan DPR AS untuk memberikan "wawancara tertulis" terkait "hubungan persahabatannya yang telah berlangsung lama" dengan Epstein.

Berdasarkan undang-undang yang mengatur keterbukaan dokumen penyelidikan, Kementerian Kehakiman AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan akan merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, serta ribuan video dan ratusan ribu gambar yang dikumpulkan selama dua dekade penyelidikan terhadap Epstein. 

Dalam komentar publik pertamanya terkait rilis dokumen tersebut, Presiden Trump menyatakan bahwa dokumen-dokumen itu tidak merugikannya dan justru membenarkan posisinya.

"Saya sendiri belum melihatnya, tetapi saya diberi tahu oleh beberapa orang yang sangat penting bahwa isinya bukan hanya tidak menyudutkan saya, tetapi bahkan bertentangan dengan harapan para pengkritik saya dari kelompok kiri radikal," ujar Trump kepada wartawan pada Sabtu malam saat terbang menuju Florida. 

Dokumen yang diunggah di situs Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mencakup terkait persahabatan Epstein dengan Mountbatten-Windsor, serta korespondensi email Epstein dengan mantan penasihat Trump, Steve Bannon, pemilik bersama klub New York Giants Steve Tisch, dan sejumlah tokoh terkemuka lainnya dari kalangan politik, bisnis, dan filantropi, termasuk para miliarder Bill Gates dan Elon Musk. 

Dokumen lainnya memberikan gambaran tentang berbagai penyelidikan, termasuk penyelidikan yang berujung pada dakwaan perdagangan orang untuk tujuan eksploitasi seksual terhadap Epstein pada 2019 dan terhadap orang kepercayaannya, Ghislaine Maxwell, pada 2021, serta penyelidikan lebih awal yang menemukan bukti bahwa Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan di bawah umur, namun tidak pernah berujung pada dakwaan federal. 

 

Pejabat Slovakia Mengundurkan Diri

Jeffrey Epstein adalah seorang pengelola keuangan kelahiran Amerika Serikat, yang belakangan menjadi terdakwa kejahatan seksual. Dia tewas bunuh diri di penjara pada Agustus 2019 setelah ditahan atas kasus perdagangan seks anak. (Dok. AP)

PM Robert Fico pada Sabtu mengatakan bahwa ia telah menerima pengunduran diri Lajcak dari jabatannya sebagai penasihat keamanan nasional.

Lajcak, yang juga pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Slovakia, tidak dituduh melakukan kesalahan. Namun, email menunjukkan bahwa Epstein pernah mengundangnya untuk makan malam dan pertemuan lain pada 2018.

Catatan tersebut juga mencakup email tertanggal Maret 2018 dari kantor Epstein kepada Kathy Ruemmler, mantan penasihat hukum Gedung Putih pada era Presiden Barack Obama, yang mengundangnya menghadiri pertemuan bersama Epstein, Lajcak, dan Bannon, aktivis konservatif yang pernah menjabat sebagai kepala strategi Gedung Putih pada 2017.

Lajcak menyatakan bahwa kontaknya dengan Epstein merupakan bagian dari tugas diplomatiknya. Namun, tekanan untuk mencopotnya meningkat dari partai oposisi serta mitra nasionalis dalam koalisi pemerintahan Fico.

Draf Dakwaan Merinci Pelecehan Epstein

Biro Investigasi Federal (FBI) mulai menyelidiki Epstein pada Juli 2006. Berdasarkan catatan baru yang dirilis, para agen memperkirakan Epstein akan didakwa pada Mei 2007. Seorang jaksa bahkan telah menyiapkan draf dakwaan setelah sejumlah anak perempuan di bawah umur memberi tahu polisi dan FBI bahwa mereka dibayar untuk memberikan pijatan bernuansa seksual kepada Epstein.

Draf tersebut menunjukkan bahwa jaksa bersiap mendakwa tidak hanya Epstein, tetapi juga tiga orang yang bekerja sebagai asisten pribadinya.

Catatan wawancara yang dirilis pada Jumat mengungkap kesaksian seorang karyawan di rumah Epstein di Florida. Dalam keterangannya kepada FBI pada 2007, karyawan tersebut mengatakan bahwa Epstein pernah memintanya membeli bunga dan mengantarkannya kepada seorang siswi SMA Royal Palm Beach untuk memperingati penampilannya dalam sebuah pertunjukan sekolah.

Karyawan yang namanya disamarkan itu juga menyatakan bahwa sebagian tugasnya mencakup menata uang pecahan 100 dolar di atas meja dekat tempat tidur Epstein, menaruh sebuah pistol di antara kasur di kamar tidur, serta membersihkan sisa-sisa pijatan Epstein dengan anak-anak perempuan, termasuk membuang kondom bekas.

Namun, pada akhirnya, jaksa AS di Miami saat itu, Alexander Acosta, menyetujui sebuah kesepakatan yang memungkinkan Epstein terhindar dari tuntutan federal. Epstein kemudian mengaku bersalah atas dakwaan tingkat negara bagian terkait permintaan prostitusi dari seseorang di bawah usia 18 tahun dan dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Acosta kemudian menjabat sebagai menteri tenaga kerja pertama dalam pemerintahan Trump pada masa jabatan sebelumnya.

 

Kekhawatiran atas Penanganan Epstein Files

Pangeran Andrew atau Andrew Mountbatten-Windsor. (Dok. Steve Parsons/Pool Photo via AP, File)

Epstein Files memuat ribuan referensi tentang Trump, termasuk email di mana Epstein dan pihak lain berbagi artikel berita, mengomentari kebijakan, atau bergosip tentang Trump dan keluarganya.

Nama Mountbatten-Windsor muncul ratusan kali, termasuk dalam email pribadi Epstein. Dalam pertukaran email tahun 2010, Epstein tampak menawarkan untuk mengaturkan kencan bagi Mountbatten-Windsor.

"Saya punya seorang teman yang saya pikir Anda mungkin akan senang makan malam bersamanya," tulis Epstein.

Mountbatten-Windsor membalas bahwa ia "akan dengan senang hati menemuinya."

Dalam email lanjutan, Epstein—yang sering membuat kesalahan ketik—menulis: "Dia 26, orang Rusia, pintar, cantik, dapat dipercaya dan ya dia punya email Anda."

Kementerian Kehakiman AS menghadapi kritik terkait cara penanganan pengungkapan dokumen terbaru ini.

Salah satu kelompok korban Epstein menyatakan bahwa dokumen baru tersebut justru memudahkan identifikasi para korban, bukan pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam aktivitas kriminal Epstein.

"Sebagai penyintas, seharusnya bukan kami yang disebutkan, diteliti, dan kembali dilukai, sementara para pendukung Epstein terus diuntungkan oleh kerahasiaan," demikian pernyataan mereka.

Sementara itu, anggota DPR AS dari Maryland, Jamie Raskin, anggota Partai Demokrat teratas di Komite Kehakiman DPR, mendesak Kementerian Kehakiman AS agar mengizinkan anggota parlemen meninjau versi dokumen yang tidak disunting secepatnya. Ia mengatakan bahwa Kongres harus menilai apakah penyuntingan tersebut sah atau justru melindungi pihak-pihak tertentu dari pengawasan.

Pejabat Kementerian Kehakiman AS mengakui bahwa banyak catatan merupakan duplikasi dan dari dokumen terlihat bahwa para peninjau menggunakan standar yang berbeda dalam menyamarkan nama dan informasi identitas.

Terdapat beberapa dokumen di mana sebuah nama terlihat jelas dalam satu salinan, tetapi disamarkan dalam salinan lainnya.

Hubungan Epstein dengan Tokoh Berpengaruh Terungkap

Dokumen yang dirilis menegaskan kembali bahwa Epstein, setidaknya sebelum menghadapi masalah hukum, memiliki hubungan pertemanan dengan Trump dan mantan Presiden Bill Clinton. Tidak ada satu pun korban Epstein yang tampil ke publik menuduh Trump maupun Clinton melakukan pelanggaran. Keduanya menyatakan tidak mengetahui bahwa Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan di bawah umur. 

Epstein ditemukan meninggal dalam penjara di New York pada Agustus 2019, sebulan setelah didakwa.

Pada 2021, juri federal di New York menyatakan Ghislaine Maxwell, seorang sosialita asal Inggris, bersalah atas perdagangan seks karena membantu merekrut korban-korban Epstein yang masih di bawah umur. Ia kini menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

Jaksa AS tidak pernah mendakwa orang lain sehubungan dengan pelecehan Epstein. Salah satu korban, Virginia Roberts Giuffre, menggugat Mountbatten-Windsor dan menyatakan bahwa ia melakukan hubungan seksual dengannya sejak usia 17 tahun. Mantan pangeran tersebut membantah tuduhan itu, namun menyelesaikan gugatan melalui kesepakatan dengan nilai yang tidak diungkapkan.

Giuffre meninggal dunia akibat bunuh diri tahun lalu pada usia 41 tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya