Alasan SEC Batalkan Kasus Terkait Pinjaman Kripto Gemini

SEC telah mengubah pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto di bawah pemerintahan Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Januari 2026, 09:00 WIB
SEC dan Gemini mengajukan kesepakatan bersama di pengadilan federal di Manhattan, Amerika Serikat (AS). (Foto: SEC)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) atau the US Securities and Exchange Commission (SE) pada Jumat, 23 Januari 2026 setuju untuk membatalkan kasus hukum kepada bursa kripto Gemini yang didirikan miliarder kembar Tyer dan Cameron Winklevoss. Hal ini setelah investor dalam program pinjaman mendapatkan kembali aset sepenuhnya.

Mengutip Channel News Asia, ditulis Senin (26/1/2026). SEC dan bursa yang dikenal sebagai Gemini Space Station mengajukan kesepakatan bersama di pengadilan federal di Manhattan untuk membatalkan kasus. Pembatalan ini dengan alasan pengembalian penuh aset kripto kepada investor Gemini Earn melalui proses kebangkrutan Genesis Global Capital pada Mei dan Juni 2024.

Regulator keuangan tersebut telah memutuskan untuk menyelesaikan gugatan tersebut tahun lalu.

SEC telah mengubah pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto di bawah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang telah berjanji untuk menjadi "presiden kripto," dengan memberlakukan aturan yang lebih menguntungkan dan berjanji untuk mempopulerkan penggunaan mata uang digital secara luas.

Gemini tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Pada 2023, SEC menuntut Genesis Global Capital dan Gemini Trust Company karena secara ilegal menjual sekuritas kepada ratusan ribu investor melalui program pinjaman kripto mereka.

Pelanggan Gemini yang berpartisipasi dalam program Gemini Earn meminjamkan kripto mereka ke Genesis dan menerima bunga atas aset yang dipinjamkan. Total nilai aset Gemini Earn adalah USD 940 juta atau Rp 15,18 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.820) ketika Genesis membekukan rekening pelanggan pada November 2022, seperti yang sebelumnya dikatakan Gemini.

 

Kembalikan Dana

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Tidak seperti perusahaan kripto lain yang bangkrut setelah jatuhnya pasar pada 2022, Genesis mampu mengembalikan kripto pelanggan kepada mereka daripada melikuidasi sejumlah aset terbatas dan membayar mereka kembali secara tunai.

Setelah "pengembalian 100 persen aset kripto investor Gemini Earn melalui Kebangkrutan Genesis dan penyelesaian. Komisi percaya bahwa penolakan klaim terhadap Terdakwa adalah tepat," menurut dokumen pengadilan yang diajukan pada Jumat.

SEC menekankan bahwa keputusannya untuk meminta penolakan tidak mencerminkan posisinya pada kasus lain.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

UBS Jajaki Investasi Kripto untuk Nasabah Bank Swasta

Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Sebelumnya, UBS bakal menawarkan opsi investasi kripto kepada beberapa klien perbankan swasta. UBS sedang memilih mitra untuk penawaran kripto yang diusulkan.

Demikian mengutip Channel News Asia, ditulis Sabtu (24/1/2026), berdasarkan sumber Bloomberg, UBS awalnya akan mengizinkan klien terpilih dari bank swasta di Swiss untuk membeli dan menjual bitcoin dan ether. Layanan tersebut akan dapat diperluas ke pasar termasuk Asia-Pasifik dan Amerika Serikat.

“Sebagai bagian dari strategi aset digital UBS, kami secara aktif memantau perkembangan dan mengeksplorasi inisiatif yang mencerminkan kebutuhan klien, perkembangan peraturan, tren pasar dan kontrol risiko yang kuat,” ujar juru bicara UBS kepada Reuters.

“Kami menyadari pentingnya teknologi buku besar terdistribusi seperti blockchain yang mendasari aset digital,” demikian seperti dikutip.

Peningkatan fokus bank pada kripto sebagian merupakan respons terhadap meningkatnya permintaan aset digital dari klien kaya.

Tahun lalu, Bloomberg News melaporkan bahwa JPMorgan Chase sedang mempertimbangkan untuk menawarkan perdagangan mata uang kripto kepada klien institusionalnya, sementara Morgan Stanley mengatakan akan menawarkan perdagangan kripto di platform E*Trade mulai paruh pertama tahun ini.

Langkah seperti itu oleh UBS akan menandai langkah signifikan lainnya dalam adopsi aset digital yang lebih luas oleh institusi di Presiden AS Donald Trump, yang telah berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai "ibu kota kripto dunia."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya