Pertamina EP Kirim Gas ke LPG Plant Limau Timur, Bisa Kurangi Ketergantungan Impor

PEP Prabumulih Field menuntaskan Project Perubahan Pola Operasi Penyaluran Gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 24 Januari 2026, 21:30 WIB
PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih mencatat pendapatan naik 16 persen pada 2024. (Foto: Pertamina EP Prabumulih)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto mengungkapn salah satu langkah strategis mengurangi ketergantungan impor. Salah satunya melalui perubahan pola operasi PT Pertamina EP (PEP).

Diketahui, PEP Prabumulih Field menuntaskan Project Perubahan Pola Operasi Penyaluran Gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur.

Sebagai tindak lanjut proyek tersebut, PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut ke LPG Plant Limau Timur. Djoko mengatakan, langkah ini memiliki makna strategis, bukan hanya bagi operasi dan kinerja perusahaan, tetapi juga bagi kepentingan nasional.

"Setiap tambahan produksi dalam negeri adalah langkah nyata untuk memperkecil ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam konteks tersebut proyek ini menjadi sangat relevan melalui perubahan pola operasi penyaluran gas," kata Djoko dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

General Manager Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan penyaluran perdana gas ini merupakan bukti nyata peran Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional.

“Penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur adalah wujud nyata komitmen Pertamina dalam memastikan energi dalam negeri tersedia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan LPG domestik,” ujar Djudjuwanto.

 

Jaga Keandalan Energi

PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih mencatat pendapatan naik 16 persen pada 2024. (Foto: Pertamina EP Prabumulih)

Djudjuwanto menambahkan, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan untuk menjaga keandalan produksi dan memastikan sistem penyaluran berjalan stabil dan aman. Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, dengan dukungan Struktur Tundan dan Prabumulih Barat yang menjaga keseimbangan sistem penyaluran secara terintegrasi.

Optimalisasi penyaluran gas ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang matang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor.

"Dengan demikian, proyek ini tidak hanya berdampak pada aspek operasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui ketersediaan energi yang berkelanjutan," ujar dia.

 

Pasokan LPG Aman

PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencatat lonjakan produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui pengeboran sumur LBK-INF16 di area Lembak, Prabumulih Field, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi BBM dan LPG tetap aman dan berangsur normal di wilayah Sumatera Bagian Utara pascabencana. Sejak hari pertama kejadian, Pertamina bergerak cepat menjaga pasokan energi agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan berarti.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, di wilayah Aceh, Pertamina memiliki terdapat 156 SPBU, dengan 28 SPBU sempat terdampak akibat gangguan akses. Namun, hingga saat ini 151 SPBU atau sekitar 97 persen sudah kembali beroperasi. Sementara itu, dari 131 agen LPG, sebanyak 94 agen terdampak, serta 9 dari 11 SPBE sempat mengalami kendala.

"Alhamdulillah, saat ini operasional sudah mendekati 100 persen. Stok BBM dan LPG dalam kondisi aman,” kata Arya di BNPB, Jumat (9/1/2026).

Di Sumatera Utara, dari 406 SPBU, sebanyak 63 SPBU sempat terdampak, sedangkan 84 dari 383 agen LPG mengalami gangguan. Untuk 46 SPBE, hanya 5 yang terdampak, dan seluruhnya kini telah kembali normal. Adapun di Sumatera Barat, distribusi energi tidak mengalami gangguan, dengan 147 SPBU, 172 agen LPG, dan 14 SPBE beroperasi penuh.

 

Pola Distribusi

PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHR Regional Sumatera Zona 4, berhasil mencatatkan produksi yang luar biasa dari pengeboran sumur di struktur Gunung Kemala, GNK-102 dan GNK-103, yang terletak di Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. (Dok. Pertamina)

Arya menuturkan, dalam kondisi darurat Pertamina menerapkan tiga pola distribusi energi, yakni jalur darat, laut, dan udara. Pada fase awal ketika akses darat terbatas, distribusi dilakukan melalui jalur alternatif dan penguatan armada.

"Kami menambah armada truk tangki dan awak tangki, serta memanfaatkan jalur laut dan udara untuk menjangkau daerah yang sempat terisolir," ujar dia.

Distribusi melalui udara dilakukan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, dan BPBD. BBM dan LPG dikirim menggunakan pesawat dan helikopter, termasuk metode sling load untuk tabung LPG.

"Kolaborasi ini sangat membantu agar energi tetap sampai ke masyarakat terdampak,” ujar Arya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya