Banjir Situbondo Menelan Korban Jiwa, Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik

Peristiwa nahas ini terjadi saat air bah tiba-tiba merangsek masuk ke dalam rumah mereka di Jalan Madura, Desa Besuki, Situbondo

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 22 Januari 2026, 14:07 WIB
Banjir bandang akibat luapan Sungai Lubawang, Situbondo menelan korban jiwa pada Rabu (21/1/2026) malam (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang akibat luapan Sungai Lubawang, Situbondo menelan korban jiwa pada Rabu (21/1/2026) malam. Dua orang warga, yang diketahui ayah dan anak, dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik di tengah kepungan banjir setinggi satu meter.

​Korban diketahui bernama Abdul Wahid (45) dan putrinya Adinda Putri Rahayu (17). Peristiwa nahas ini terjadi saat air bah tiba-tiba merangsek masuk ke dalam rumah mereka di Jalan Madura, Desa Besuki, Situbondo

​Camat Besuki, Yakup Alex Susanto, menjelaskan bahwa saat kejadian, ketinggian air di dalam rumah korban sudah mencapai dada orang dewasa.

​"Dua korban meninggal tersengat listrik saat berada di dalam rumah. Evakuasi baru bisa dilakukan warga setelah aliran listrik di wilayah tersebut padam," ujar Yakup Kamis (22/1/2025)

​Warga sempat berjibaku mengevakuasi jenazah menggunakan truk di tengah sisa-sisa banjir untuk dilarikan ke RSUD Besuki.

 

Biaya Pemakaman Ditanggung

Menanggapi tragedi ini, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, memastikan bahwa pemerintah daerah akan hadir sepenuhnya untuk keluarga korban.

"Sesuai arahan Pak Bupati, seluruh biaya terkait pemulasaraan hingga pemakaman korban akan ditanggung penuh oleh Pemerintah Daerah melalui Program Berantas Plus," katanya.

 

Hujan Ekstrem dan Angin Kencang

​Banjir Situbondo pada Rabu malam (21/1/2026), dipicu oleh hujan ekstrem dan angin kencang yang mengguyur wilayah Situbondo sejak pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Ketidakmampuan Sungai Lubawang menampung debit air mengakibatkan enam desa di Kecamatan Besuki terendam.

Enam desa tersebut yaitu, Desa Jetis, ​Desa Blimbing, ​Desa Langkap, ​Desa Besuki, ​Desa Demung, dan Desa Pesisir.

​Tak hanya di Besuki, luapan air juga meluas hingga ke Desa Kalianget di Kecamatan Banyuglugur. Selain merendam lebih dari 1.009 rumah warga, banjir juga sempat melumpuhkan akses Jalan Raya Pantuta, yang menjadi urat nadi transportasi di Jawa Timur.

​Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo masih terus melakukan asesmen lapangan untuk mendata total kerugian material dan kerusakan infrastruktur.

Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya