Harga Emas Hari Ini 21 Januari 2026 Sentuh Rekor Tertinggi Lagi

Harga emas di pasar spot kembali melesat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, (21/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Januari 2026, 09:34 WIB
Reli harga emas dunia kian tak terbendung pada perdagangan Rabu, (21/1/2026).Foto: DAVID GRAY | AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Rabu, (21/1/2026). Kenaikan harga emas terjadi saat bursa saham Asia Pasifik merosot seiring investor mencari tempat aman. Hal ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru kepada negara-negara yang menolak pengalihan Greenland ke AS.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik lebih dari 1% ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 4.813 per ounce.

Sementara itu, di bursa saham Asia, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,12%. Indeks CSI 300 di China naik tipis 0,115. Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,28%. Indeks Topix turun 1,09%. Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 1,095. Indeks Kosdaq terpangkas 2,25. Indeks ASX 200 di Australia tergelincir 0,34%.

Trump mengatakan pada Sabtu kalau ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika pembicaraan gagal menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.

Ia juga mengancam akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye Prancis, menyusul laporan Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan "Dewan Perdamaian" yang diusulkannya.

Trump selanjutnya mengkritik Inggris, menyebut rencana mereka untuk mentransfer kedaulatan Kepulauan Chagos, yang merupakan rumah bagi pangkalan militer gabungan Inggris-AS, ke Mauritius sebagai "tindakan yang sangat bodoh," dengan menyebut langkah tersebut sebagai pembenaran lebih lanjut untuk memperoleh Greenland atas dasar keamanan nasional.

 

Wall Street

Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas

Para pemimpin Eropa telah menyebut ancaman tarif terbaru Presiden Donald Trump "tidak dapat diterima" dan dilaporkan sedang mempertimbangkan tindakan balasan. Prancis dikatakan mendesak Uni Eropa untuk menggunakan alat respons ekonomi terkuatnya, yang disebut Instrumen Anti-Koersi.

Kontrak berjangka saham AS naik sedikit pada awal perdagangan Asia setelah indeks utama mengalami penurunan terburuk dalam tiga bulan.

Semalam di wall street, Dow Jones Industrial Average turun 870,74 poin, atau 1,76%, untuk mengakhiri sesi di 48.488,59. S&P 500turun 2,06% untuk menetap di 6.796,86.

Nasdaq Composite merosot 2,39%, ditutup di 22.954,32. Ini adalah sesi terburuk sejak Oktober untuk ketiga indeks utama. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak dan dolar AS melemah karena ancaman Trump menyebabkan pelarian dari aset AS.

 

Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas kembali mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, dan melampau USD 4.700 per ounce. Kenaikan harga emas dunia itu seiring meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset safe-haven. Sedangkan harga perak menembus posisi USD 95 untuk pertama kali.

Mengutip CNBC, Rabu (21/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2% menjadi USD 4.757,33 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi di USD 4.765,93. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari naik 3,7% menjadi USD 4.765,80 per ounce.

“Emas telah melonjak lebih dalam ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ujar Market Analyst City Index Fawad Razaqzada.

Ia menuturkan, dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia, memperkuat reli emas pada saat kepercayaan terhadap aset  Amerika Serikat kelihatan goyah.

Indeks utama Wall Street merosot ke level terendah hampir tiga minggu pada Selasa, karena investor dikejutkan oleh ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terhadap Eropa terkait kendali atas Greenland.

Pernyataan tersebut telah meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss, pada Rabu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya