Liputan6.com, Jakarta - Hadirkan kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop Baking Klappertaart dan Buko Pandan.
Kegiatan yang diikuti 50 ibu rumah tangga itu berlangsung di Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), Jalan Maleo Raya, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Selasa (13/1/2026).
Advertisement
Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, pemberdayaam perempuan menjadi fokus YIS sejak lama. Melalui program Perempuan Berdaya, YIS berharap para ibu rumah tangga mampu mandiri secara ekonomi lewat Gerakan kewirausahaan.
"Program ini merupakan hasil kolaborasi YIS dengan Bank Infaq MRBJ dan Gemawira. Bersama Gemawira, kami telah memberdayakan ribuan perempuan, termasuk di wilayah Bintaro," ujar Sandiaga Uno, melalui keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).
"Tujuannya agar emak-emak bisa memulai usaha melalui produk klappertaart dan buko pandan," tambah dia.
Sandiaga mengatakan, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan lanjutan serta dukungan permodalan.
"Supaya jadi modal awal emak-emak bisa berdaya dan bangun kemandirian," jelas Sandiaga.
Hal senada disampaikan Ketua Gemawira, Diantri Lapian. Menurutnya, pelatihan ini dirancang agar para peserta memiliki keterampilan sekaligus variasi produk yang dapat dijadikan pilihan dalam mengembangkan usaha rumahan.
"Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, ibu-ibu dapat langsung memulai usaha dari produk yang telah diajarkan sehingga memperoleh pendapatan dan kemandirian ekonomi," ucap Diantri.
Buka Lapangan Usaha Baru
Sementara itu, Ketua Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya, Eva Syarief menuturkan kolaborasi ini bertujuan menciptakan lapangan usaha baru bagi ibu rumah tangga.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha masing-masing.
"Pelatihan ini kami harapkan dapat diikuti dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat dan dampak ekonomi bagi para peserta," kata Eva.
Diketahui, dalam sesi kick-off program, peserta dibekali keterampilan membuat klappertaart dan buko pandan. Kedua menu tersebut dipilih karena menggunakan bahan yang relatif murah, mudah diperoleh, serta fleksibel untuk dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan generative artificial intelligence (AI) untuk membuat konten promosi digital dan langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama.
Hasilnya, para peserta berhasil memperoleh total 92 pesanan klappertaart dengan harga jual Rp 20.000–Rp 25.000 per porsi dan 82 pesanan buko pandan dengan harga Rp 12.000–Rp 15.000 per porsi.
Dari penjualan tersebut, total pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp 3.093.500. Setelah pelatihan tatap muka, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu.
Pendampingan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan pelatih, memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan usaha, serta membantu peserta mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.