Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis, (15/1/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah investor menilai keputusan kebijakan terbaru Bank Sentral Korea Selatan.
Mengutip CNBC, Bank Sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga di 2,5%. Hal ini sesuai dengan harapan Reuters, karena penurunan nilai won baru-baru ini telah mempersempit ruang untuk melonggarkan kebijakan ekonomi.
Advertisement
Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,57%. Indeks Kosdaq stabil. Won Korea Selatan melemah 0,2% menjadi 1.466,6 terhadap dolar Amerika Serikat.
Indeks Nikkei di Jepang susut 1,05%. Sedangkan indeks Topix bertambah 0,15%. Indeks ASX 200 di Australia melesat 0,46%. Saham Toyota Industrites melonjak 5,8% setelah Toyota Motors mengatakan untuk meningkatkan penawarannya untuk Toyota Industries menjadi 18.800 yen atau USD 118,11 per saham.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong berada di 26.901 menandakan pembukaan sedikit lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 26.999,81.
Yen Jepang menguat tipis menjadi 158,34 terhadap dolar AS. Pasar mengamati kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang setelah mata uang tersebut merosot ke level terendah 18 bulan awal pekan ini.
Semalam di wall street, saham jatuh untuk sesi kedua, semakin menjauh dari level rekor, karena para pedagang mencerna serangkaian laporan pendapatan baru dan memantau perkembangan geopolitik.
Indeks S&P 500 turun 0,53% dan ditutup pada 6.926,60. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 42,36 poin, atau 0,09%, dan berakhir pada 49.149,63. Indeks Nasdaq Composite turun 1%, menetap di 23.471,75. Ini adalah hari kedua berturut-turut penurunan untuk ketiga indeks tersebut.
Sektor teknologi menekan pasar secara keseluruhan. Saham chip khususnya mengalami kerugian, karena Broadcom turun 4% dan Nvidia dan Micron Technology masing-masing merosot lebih dari 1%. Pada hari Rabu, Reuters, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan otoritas bea cukai Tiongkok telah memberi tahu petugas bea cukai chip Nvidia H200 tidak diizinkan masuk ke negara tersebut.
Penutupan IHSG pada 14 Januari 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu, (14/1/2026). IHSG hari ini melesat di tengah seluruh sektor saham menghijau dan kapitalisasi pasar saham di Rp 16.429 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup terbang 0,94% ke posisi 9.032,58. Indeks saham LQ45 bertambah 0,37% ke posisi 882,08. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG secara teknikal masih berada pada fase uptren dan masih relatif inline. Sedangkan dari sisi sentimen, Herditya menilai penguatan IHSG juga mengikuti bursa saham Asia yang mayoritas menguat. Demikian juga kenaikan harga komoditas emas dan timah. Namun, ketegangan geopolitik menjadi tantangan.
"Kita cermati ketegangan geopolitik Amerika Serikat-Venezuela dan Amerika Serikat-Iran belum reda, ditambah nilai tukar rupiah yang bergerak melemah terhadap dolar AS beberapa waktu belakangan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia mengatakan, dari sektor saham, IHSG dipicu sektor saham consumer siklikal dan infrastruktur. "Serta kami mencermati emiten-emiten konglomerasi mulai bergerak kembali,” ujar dia.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.049,29 dan level terendah 8.979,60. Sebanyak 440 saham menguat sehingga angkat IHSG. 250 saham melemah dan 128 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 3.430.903 kali dengan volume perdagangan 64,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.852. Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp 16.429 triliun.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer mencatat kenaikan 3,21%, dan catat lonjakan terbesar. Sektor saham infrastruktur meroket 2,21%, sektor saham industri bertambah 1,97%.
Lalu sektor saham energi mendaki 1,73%, sektor saham basic melesat 1,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,1%. Selain itu, sektor saham kesehatan bertambah 1,24%, sektor saham keuangan melesat 0,63%, sektor saham properti melompat 1,58%. Lalu sektor saham teknologi menguat 0,50% dan sektor saham transportasi bertambah 1,62%.