Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Teheran memantau secara saksama situasi keamanan dan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul demonstrasi besar di seantero negeri.
"Berdasarkan komunikasi KBRI Teheran dengan para WNI di berbagai wilayah di Iran, kota-kota simpul utama komunitas WNI seperti Qom dan Isfahan relatif tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan. WNI di Iran sebagian besar berstatus sebagai pelajar/mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan di Iran, khususnya di Kota Qom," demikian pernyataan tertulis Kemlu RI kepada awak media, Senin (12/11/2026).
Advertisement
"Berdasarkan asesmen KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan per tanggal 12 Januari, saat ini belum diperlukan evakuasi. Namun, demikian persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontigensi terus dilakukan."
KBRI Teheran mengimbau seluruh WNI di Iran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, menghindari lokasi pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI.
"Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif," tegas Kemlu RI.
Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Teheran melalui nomor +98 9914668845/+98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.Demonstrasi di Iran pecah sejak 28 Desember 2025, dipicu oleh krisis ekonomi yang memburuk yang ditandai dengan anjloknya mata uang hingga inflasi pangan.