Hutama Karya - Wika Groundbreaking Gedung CMU RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Hutama Karya dan Wika bangun gedung CMU RSUP Dr Sardjito setinggi 13 lantai. Menkes tegaskan proyek ini untuk perkuat infrastruktur sarana kesehatan masyarakat.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 09 Januari 2026, 10:00 WIB
KSO Hutama Karya dan Wika resmi memulai pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Proyek 13 lantai ini merupakan bagian dari transformasi infrastruktur kesehatan nasional. (Dok HK)

Liputan6.com, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) memulai pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pembangunan gedung Central Medical Unit RSUP Dr Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional. Bertujuan memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat.

"Salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut adalah penguatan infrastruktur sarana dan prasarana rumah sakit," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers resmi Hutama Karya, Jumat (9/1/2026).

Pembangunan Gedung CMU dilakukan di kawasan RSUP Dr Sardjito, dengan rencana bangunan terdiri dari 2 lantai basement dan 13 lantai utama, serta target penyelesaian pada akhir 2027.

Bangunan ini memiliki luas total 55.574 m² dan disusun melalui desain stacking vertikal 14 lantai untuk memastikan konektivitas antar ruang, mempercepat alur layanan pasien, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan nasional di RSUP Dr Sardjito.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr Sardjito merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan masa depan yang unggul, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan.

"Gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi Yogyakarta, wilayah selatan Jawa, hingga nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar dia.

 

Fasilitas Rumah Sakit

KSO Hutama Karya dan Wika resmi memulai pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Proyek 13 lantai ini merupakan bagian dari transformasi infrastruktur kesehatan nasional. (Dok HK)

Gedung CMU akan memperkuat layanan perawatan kritikal melalui fasilitas ICU, HCU, ruang observasi, hingga unit resusitasi. Fasilitas layanan bedah diperkuat melalui 21 ruang operasi mayor dan 6 ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area pre-operasi dan post-operasi.

Pada sisi diagnostik, gedung ini dilengkapi berbagai layanan radiologi seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral photon-counting dan fluoroskopi, serta didukung laboratorium terpadu yang mencakup Lab UPTD, Lab Terpadu, Lab BGSi, dan fasilitas patologi anatomi serta molekuler.

Dalam pelaksanaannya, Hutama–Wika KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis ISO 19650. Termasuk prinsip lean construction untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam setiap tahap pekerjaan.

Pendekatan ini memastikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil akhir proyek sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan. Karena pekerjaan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, penerapan sistem keselamatan, pengaturan arus kendaraan internal, serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas utama.

 

Target Rampung 2027

KSO Hutama Karya dan Wika resmi memulai pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Proyek 13 lantai ini merupakan bagian dari transformasi infrastruktur kesehatan nasional. (Dok HK)

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menargetkan, pembangunan rumah sakit ini bisa rampung pada 2027 mendatang.

Dengan porsi KSO Hutama Karya 70 persen dan Wika 30 persen, Mardiansyah menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek dengan tepat mutu, tepat waktu, serta mengedepankan aspek keselamatan. Lantaran pekerjaan dilaksanakan di kawasan rumah sakit yang tetap beroperasi.

"Kami juga memastikan pengendalian QHSSE serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan selama masa konstruksi. Dengan sinergi seluruh pihak, kami menargetkan penyelesaian pembangunan pada akhir 2027 sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya