Bangkitnya Planetarium Jakarta Usai 13 Tahun Ditutup: Diserbu Pengunjung, Sistem Tiket Diperketat

Jakpro memastikan sistem penjualan tiket Teater Bintang Planetarium Jakarta berjalan tertib, transparan, dan berbasis kuota guna mengakomodasi tingginya minat masyarakat.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 01 Januari 2026, 12:20 WIB
Melihat ke dalam Teater Bintang Planetarium, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi Teater Bintang Planetarium, Jakarta mendorong PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memastikan sistem penjualan tiket berjalan secara tertib dan transparan.

Diketahui, Planetarium sempat tidak berfungsi sejak 2012 dan pengoperasiannya mengalami pasang surut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kemudian meresmikan kembali usai dilakukan berbagai renovasi dan perbaikan pada Selasa, 23 Desember 2025, yang dua hari setelahnya dibuka untuk umum.

Sebagai pengelola kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakpro menyampaikan seluruh mekanisme ticketing telah dirancang terintegrasi dan berbasis kuota, guna mencegah praktik percaloan serta penipuan.

“Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium telah kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung yang memiliki tiket dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” kata Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A Christiana dalam keterangan resmi, Kamis (1/1/2025).

Saat ini, penjualan tiket Planetarium dilakukan melalui dua skema resmi, yakni pembelian daring (online) serta pembelian langsung atau on the spot di lokasi.

Jakpro menerapkan pembagian kuota sebesar 50 persen untuk pembelian online dan 50 persen untuk pembelian langsung untuk setiap jadwal pertunjukan.

Skema ini diterapkan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar akses masyarakat terhadap pertunjukan menjadi lebih adil dan merata.

“Sistem ini kami bangun untuk mencegah praktik calo, penipuan, maupun dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab. Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket,” jelas Anya.

 

Tiket Bisa Dibatalkan Sepihak

Planetarium dibangun di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dan resmi beroperasi pada 1 Maret 1969. Tampak dalam foto, pengunjung menikmati wahana Planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (25/12/2025). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Anya menyebut bahwa Jakpro tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, termasuk pembatalan tiket secara sepihak jika terdapat indikasi transaksi yang tidak sesuai ketentuan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi. Setiap pelanggaran terhadap sistem yang berlaku akan kami tindak sesuai ketentuan,” ujarnya.

Jakpro mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam turut menjaga Planetarium Jakarta dan kawasan Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik dan pusat edukasi yang inklusif, aman, serta nyaman.

Saat ini, Planetarium Jakarta hadir dengan konsep baru berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang memungkinkan interaksi edukatif dengan pengunjung. Transformasi ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi TIM.

“Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Anya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya