Top 3: Pedagang Pasar Ungkap Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (28/12/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Desember 2025, 06:30 WIB
Aneka jenis cabai dijual di Pasar Kebayoran, Jakarta, Selasa (7/3/2023). Harga cabai rawit merah di DKI Jakarta terpantau naik sudah menembus Rp 100 ribu per kilogram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah harga pangan masih terpantau naik di sejumlah daerah di Jabodetabek. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat komoditas pangan masih mahal pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan mengungkapkan masih tingginya harga pangan di Jabodetabek. Bawang merah, telur ayam, daging sapi, hingga minyak goreng dilaporkan naik.

"Laporan dari beberapa teman-teman di Jabodetabek ada kenaikan, hampir semua komoditas," kata Reynaldi dalam keterangan kepada Liputan6.com, Minggu, 28 Desember 2025.

Bawang merah kini sekitar Rp 40.000 per kilogram (kg), naik dari sebelumnya Rp 35.000. Bawang putih jadi Rp 50.000 per kg, naik Rp 10.000. Beras premium dijual Rp 17.000-18.000 per kg, beras medium Rp 11.000-12.000 per kg.

"Telur dari Rp 29.000 ke Rp 32.000 per kilo, Gula dari Rp 17.000 ke Rp 19.000, Minyak goreng Minyakita dari Rp 16.000 sekarang bahkan Rp18.000 bahkan ada yang jual Rp 19.000 (per liter)," ucapnya.

Artikel Pedagang Pasar Ungkap Harga Pangan Mahal: Cabai Rawit Makin Pedas, Minyakita Belum Turun menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (29/12/2025):

1. Pedagang Pasar Ungkap Harga Pangan Mahal: Cabai Rawit Makin Pedas, Minyakita Belum Turun

Harga cabai rawit merah naik Rp1.410 menjadi Rp83.960 per kilogram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah harga pangan masih terpantau naik di sejumlah daerah di Jabodetabek. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat komoditas pangan masih mahal pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan mengungkapkan masih tingginya harga pangan di Jabodetabek. Bawang merah, telur ayam, daging sapi, hingga minyak goreng dilaporkan naik.

"Laporan dari beberapa teman-teman di Jabodetabek ada kenaikan, hampir semua komoditas," kata Reynaldi dalam keterangan kepada Liputan6.com, Minggu, 28 Desember 2025.

Bawang merah kini sekitar Rp 40.000 per kilogram (kg), naik dari sebelumnya Rp 35.000. Bawang putih jadi Rp 50.000 per kg, naik Rp 10.000. Beras premium dijual Rp 17.000-18.000 per kg, beras medium Rp 11.000-12.000 per kg.

"Telur dari Rp 29.000 ke Rp 32.000 per kilo, Gula dari Rp 17.000 ke Rp 19.000, Minyak goreng Minyakita dari Rp 16.000 sekarang bahkan Rp18.000 bahkan ada yang jual Rp 19.000 (per liter)," ucapnya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Penjualan Tiket KA saat Nataru Sentuh 3,3 Juta dari 3,5 Juta Kursi

KAI berikan diskon tarif perjalanan KA saat momen Libur Natal dan Tahun Baru 2026 pada 22 Desember 2025-10 Januari 2026. (Foto: KAI)

 PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 3.387.330 tiket hingga Minggu, 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.

Dalam keterangan PT KAI, penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 2.838.398 tiket, atau 102,8 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 548.932 tiket, setara 73,7 persen dari total 745.056 tempat duduk.

Okupansi kereta api jarak jauh yang melebihi angka 100 persen, hal ini disebabkan ada penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.

Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Strategi Beli Emas Saat Dolar AS Melemah, Ini Waktu yang Dinilai Tepat

Seorang pelanggan mencoba gelang emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022). Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan Indeks Dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari ke depan diperkirakan berada dalam tekanan. Ia menilai pelemahan dolar AS dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan tren inflasi yang terus menurun. Lalu bagaimana dampaknya ke harga emas?

"Kita lihat pelemahan indeks dolar disebabkan oleh apa? Oleh data ekonomi yang cukup lemah terutama adalah data inflasi yang terus mengalami penurunan," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Minggu (28/12/2025).

Dalam jangka pendek, indeks dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran support 97,579 dengan resistance di level 98,398. Rentang pergerakan ini mengindikasikan peluang pelemahan dolar hingga pertengahan pekan, terutama dari Senin hingga Rabu.

"Indeks Dolar sendiri dalam 3 hari ke depan kemungkinan besar rentangnya itu adalah di support 97,579 itu supportnya. Kemudian resistennya adalah di 98,398. Saya ulangi, untuk Indeks Dolar kemungkinan melemah di akhir tahun hari Senin sampai hari Rabu," ujarnya.

Berita selengkapnya baca di sini

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya