Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 20 Juta

Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat minat masyarakat Indonesia terhadap investasi semakin inklusif dan merata.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Desember 2025, 20:41 WIB
Ilustrasi investor pasar modal (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dengan jumlah investor pasar modal melampaui 20 juta. Jumlah investor pasar modal mencapai 20.042.365 single investor identification (SID) pada Rabu, 17 Desember 2025.

Data jumlah investor tersebut meningkat sebesar 34,8% atau 5.170.726 SID dari posisi 14.871.639 SID pada penutupan tahun 2024. Jumlah investor saham turut mengalami lonjakan signifikan mencapai 8.461.938 SID, meningkat 32,6% atau bertambah 2.080.494 SID dibandingkan data pada akhir 2024 yaitu sebanyak 6.381.444 SID. Pencapaian ini merupakan bukti nyata konsistensi upaya edukasi nasional secara berkelanjutan dan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menuturkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia menunjukkan, literasi, inklusi, aktivasi, dan upaya digitalisasi edukasi yang dilakukan oleh BEI telah berjalan secara efektif.

"Kami melihat minat masyarakat terhadap investasi semakin inklusif dan merata, karena akses edukasi kini dapat dinikmati masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia,” ujar Jeffrey, Rabu, 17 Desember 2025 seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).

BEI menyatakan, pencapaian ini tidak lepas dari peran jaringan edukasi BEI yang tersebar di seluruh Indonesia yang terdiri dari hampir 1.000 Galeri Investasi (GI) BEI dan 29 Kantor Perwakilan BEI yang juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization, dan seluruh stakeholders pasar modal lainnya.

Keberadaan infrastruktur edukasi yang merata memungkinkan akses literasi dan kesempatan memulai investasi tidak lagi hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

 

 

Program BEI

Peserta terlihat serius saat mengikuti cara berinvestasi Mandiri Skuritas di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Mandiri Sekuritas terus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BEI bersama dengan GI BEI selama periode Januari hingga November 2025 telah menyelenggarakan 59.037 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi yang diikuti oleh 29.033.262 peserta.

Program ini meliputi Pengantar Sekolah Pasar Modal (SPM), SPM Level 1–3, kunjungan BEI, workshop, simulasi trading, hingga distribusi konten digital yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun. Efektivitas GI BEI juga terlihat dari semakin meratanya akses literasi, sehingga mahasiswa, pelajar, dan masyarakat di daerah kini dapat memperoleh edukasi berkualitas. Pemerataan akses ini merupakan faktor penting dalam mengurangi kesenjangan literasi antara wilayah perkotaan dan daerah.

Selain itu, program Duta Pasar Modal (DPM) menjadi elemen penggerak yang memperkuat efektivitas distribusi edukasi di daerah dengan melibatkan 3.650 DPM pada 2025 dan lebih dari 6.000 DPM pada tahun sebelumnya. Sebagai inisiator literasi, DPM berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi serta penguatan partisipasi mahasiswa melalui pembukaan rekening efek di perguruan tinggi

Tren pertumbuhan jumlah investor pasar modal sepanjang 2025 terjadi bersamaan dengan berbagai pencapaian rekor lainnya di pasar modal Indonesia. Pada 8 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan IHSG ditutup pada posisi 8.710,695 dan kapitalisasi pasar mencapai Rp16.004 triliun.

 

Masuk One Billion Dollar Exchange

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bersamaan dengan pertumbuhan jumlah investor, Bursa Efek Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi, sehingga saat ini BEI telah masuk dalam kelompok "billion dollar exchange", yaitu kelompok bursa global dengan nilai transaksi harian di atas 1 miliar dolar AS.

“Capaian ini menempatkan Indonesia sejajar dengan bursa utama dunia dan menunjukkan pendalaman pasar yang semakin kuat,” Jeffrey menambahkan.

Hingga penutupan perdagangan Senin, 15 Desember 2025, kapitalisasi pasar BEI telah mencapai Rp 15.787 triliun atau setara USD 947 miliar. Rata-rata nilai transaksi harian berada di level Rp 17,67 triliun atau USD 1,07 miliar, mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar yang terus berkembang dengan likuiditas yang sangat kompetitif.

“Pencapaian tersebut menggambarkan ekosistem pasar modal Indonesia tumbuh tidak hanya dari sisi jumlah investor, tetapi juga dari likuiditas perdagangan, daya tarik pasar bagi investor global, dan kekuatan investor domestik yang menciptakan ketahanan pasar terhadap dinamika ekonomi global,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya