Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan 11 kelurahan di empat kecamatan terdampak banjir rob. Banjir rob terjadi karena peningkatan pasang laut disertai hujan lebat di daerah itu.
"Kelurahan ini selalu terkena banjir rob, karena berada di alur sungai dan pesisir pantai," ujar Kepala BPBD Kota Pangkalpinang Dedy Revandi, melansir Antara, Selasa (9//12/2025).
Advertisement
Ia mengatakan sebanyak 11 kelurahan terdampak banjir rob ini yaitu Kelurahan Selindung, Jerambah Gantung, Kapak Kulan Kecamatan Gabek. Kelurahan Ketapang, Rejo Sari, Ampui, Sumberjo Kecamatan Pangkalbalam.
Selanjutnya, kata Dedy, Kelurahan Kampung Opas, Trem, Taman Sari, Kampung Seberang Kecamatan Taman Sari. Kelurahan Pasir Padi, Bukit Intan, Pasir Putih Kecamatan Girimaya.
"Kita terus berkoordinasi dengan camat, lurah dan RT/RW dalam penanganan warga korban banjir rob ini," ucap dia.
Menurut Dedy, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Pangkalpinang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir rob ini.
"Kita berkoordinasi dengan Dinsos apabila nanti ada kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi, maka kita Bersama Dinsos akan memenuhinya," ucap dia.
Dedy mengatakan, banjir rob di wilayah pesisir ini karena adanya peningkatan air pasang laut yang tinggi disertai hujan berintensitas lebat.
"Alhamdulillah, air pasang laut hari ini tidak diiringi hujan lebat sehingga kondisi banjir tidak terlalu tinggi dibandingkan hari sebelumnya," pungkas Dedy.
Banjir dan Rob Kepung Karawang, Tinggi Air Capai 1 Meter hingga 316 Rumah Terendam
Sebelumnya, banjir melanda ratusan rumah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyusul tingginya curah hujan di daerah tersebut. Ketinggian air bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga 1 meter.
Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat itu merendam 316 rumah yang dihuni 1.224 jiwa atau 413 kepala keluarga.
"Di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, banjir merendam areal pemukiman penduduk, areal sawah, dan jalan raya," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Kaming di Karawang, Sabtu 6 Desember 2025.
Informasi BPBD Karawang, banjir di Desa Karangligar terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu meluapnya dua sungai besar, yakni Sungai Citarum dan Cibeet.
Petugas gabungan BPBD, Tagana, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir. Warga diungsikan ke tempat yang lebih aman.
"Tinggi permukaan air Sungai Cibeet dan Citarum cenderung meningkat. Jadi warga terdampak banjir diungsikan ke tempat yang lebih aman," katanya.
Lokasi pengungsian di antaranya di halaman Kantor Desa Karangligar. Petugas BPBD Karawang membuat tenda pengungsian di daerah tersebut.
"Upaya penanganan darurat masih dilakukan petugas di lapangan sambil memantau perkembangan kondisi air," katanya.
Banjir rob juga melanda sejumlah daerah di pesisir utara Karawang. Rob akibat kenaikan permukaan air laut di wilayah pesisir utara Karawang sehingga menggenangi permukiman warga selama beberapa hari terakhir ini.
Rentan Banjir Rob, Pramono Minta Pembangunan Tanggul di Pesisir Jakarta Dilanjutkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar pembangunan tanggul pengaman pantai yang membentang di sepanjang pesisir Jakarta dilanjutkan. Adapun tanggul pengaman pantai merupakan bagian dari proyek pengembangan terpadu pesisir ibu kota negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A.
Panjang tanggul pengaman pantai yang harus dibangun mencapai 28,279 kilometer. Dari jumlah tersebut, Pemprov DKI Jakarta baru menyelesaikan 11,770 kilometer atau sekitar 41,7 persen, sementara 16,509 kilometer lainnya masih belum terealisasi.
Proyek tanggul laut ini merupakan bagian dari upaya mengendalikan banjir rob, serta melindungi kawasan pesisir Jakarta Utara dari ancaman abrasi dan kenaikan muka air laut. Pada 2026, Pramono ingin Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai.
"Pekerjaan yang saya minta untuk dilanjutkan, yang pertama adalah segmen Asahimas panjang 1,2 kilometer, segmen Ancol Barat Seafront sepanjang 0,8 kilometer, Tanggul Mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 km," kata Pramono di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 8 Desember 2025.
Secara rinci, klaster pembangunan tanggul pengaman pantai berada di delapan lokasi yakni Kamal Muara, Muara Angke, Pluit, Muara Baru-Pantai Timur, Sunda Kelapa, Ancol, Marunda, Tanjungan.
Di Kawasan Kamal Muara, pembangunan telah rampung dari total target sepanjang 0,765 kilometer. Di Muara Angke, dari target 5,265 kilometer baru 1,802 kilometer yang berhasil dibangun, sehingga masih tersisa 3,463 kilometer.
Sementara itu, di kawasan Pluit pembangunan masih relatif rendah, yaitu dari total target 5,550 kilometer baru 0,390 kilometer yang terbangun, dengan sisa pekerjaan mencapai 5,160 kilometer. Sedangkan, di kawasan Muara Baru–Pantai Timur, tanggul telah sepenuhnya rampung sesuai target sepanjang 4,008 kilometer.
Lalu, di kawasan Sunda Kelapa, dari target 2,805 km, baru 1,200 kilometer yang terbangun dan masih tersisa 1,605 kilometer. Untuk kawasan Ancol, pembangunan hampir selesai. Dari total target 2,070 kilometer, telah terbangun 2,020 kilometer, sehingga tersisa sekitar 0,050 kilometer.
Kemudian, di kawasan Marunda, dari target sepanjang 4,556 kilometer baru 1,585 kilometer yang berhasil dibangun, dengan sisa pekerjaan mencapai 2,971 kilometer. Lalu, di kawasan Tanjungan, hingga kini belum ada pembangunan tanggul pantai yang terealisasi dari total target 3,260 km.
"Harapan saya kalau dari 28 km itu 11 sekian sudah kita lakukan, masih kurang 16, sekian. Dan mudah-mudahan untuk tahun ini di 2026 yang paling utama adalah di Pantai Mutiara kurang lebih 430 meter sisi timur dan 100 sisi barat," jelas Pramono.