Asisten Allegri 'Sombong' Usai AC Milan Menang Comeback: Maaf, Saya Masih Tak Terkalahkan!

AC Milan menang comeback 3-2 atas Torino. Asisten pelatih Marco Landucci jaga rekor 100 persen kemenangan dan puji aksi heroik Christian Pulisic.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 09 Desember 2025, 09:32 WIB
Pemain Torino, Nikola Vlasic, berebut bola dengan pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic dalam pertandingan Liga Italia antara Torino FC dan Milan di Turin, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan sukses melakukan comeback dramatis saat bertandang ke markas Torino, Selasa (9/12/2025). Rossoneri menang 3-2 meski sempat tertinggal dua gol lebih dulu.

Kemenangan ini diwarnai aksi heroik Christian Pulisic yang bangkit dari sakit. Pemain asal Amerika Serikat itu mencetak dua gol penentu kemenangan.

Namun, sorotan juga tertuju pada sosok Marco Landucci di pinggir lapangan. Asisten pelatih itu kembali memimpin tim karena Massimiliano Allegri terkena sanksi.

Landucci kini memegang rekor kemenangan seratus persen saat menggantikan Allegri. Ia pun melontarkan candaan segar terkait rekor sempurnanya tersebut.


Jimat Keberuntungan Bernama Landucci

Gelandang AC Milan Adrien Rabiot merayakan gol pertama timnya dalam laga Serie A melawan Torino di Turin, Italia, Selasa, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Marco Landucci seolah menjadi jimat keberuntungan bagi AC Milan musim ini. Ia menyapu bersih empat kemenangan dari empat laga saat menggantikan Allegri.

Sang asisten pelatih bercanda bahwa posisinya mulai terancam karena rekor ini. Ia mengaku sedikit lelah harus terus menggantikan peran sang pelatih kepala.

"Saya mempertaruhkan rekor saya malam ini," canda Landucci kepada Sky Sport Italia.

"Bagus kalau pelatih ada di sini, karena saya agak muak [harus menggantikannya terus]," tambahnya sambil tertawa.


Mentalitas Pantang Menyerah

Pemain AC Milan Christian Pulisic merayakan gol yang ia cetak dalam laga Serie A melawan Torino di Turin, Italia, Selasa, 9 Desember 2025. (Tano Pecoraro/LaPresse via AP)

Laga berjalan sulit karena Torino sempat unggul cepat 2-0 dalam 17 menit. Gol penalti Nikola Vlasic dan tembakan Duvan Zapata mengejutkan tim tamu.

Namun, masuknya Christian Pulisic mengubah segalanya meski sang pemain baru sembuh sakit. Landucci memuji kerja keras tim medis yang memulihkan kondisi Pulisic.

"Torino menunggu kami di babak pertama dan kami bodoh karena termakan umpan itu, karena bukannya menggerakkan bola melebar, kami malah terjebak di tengah. Lalu ada penalti dan serangan balik, tapi kami harus memuji tim ini karena mereka tidak pernah menyerah," tegas Landucci.

"Kami juga harus berterima kasih kepada staf pelatih dan dokter, karena mereka membuat Pulisic bangkit kembali. Dia sakit parah beberapa hari yang lalu, tapi dia memberikan bantuan besar bagi kami. Semangat seluruh tim kembali membuktikan bahwa mereka tidak menyerah," lanjutnya.


Perubahan Taktik Kunci Kemenangan

Selebrasi Adrien Rabiot usai mencetak gol untuk AC Milan di laga melawan Torino pada lanjutan Liga Italia 2025-2026, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

AC Milan tampil sangat berbeda dan lebih agresif setelah turun minum. Gol roket Adrien Rabiot menjadi momentum awal kebangkitan Il Diavolo Rosso.

Lanjut Baca:

Landucci menjelaskan adanya perubahan posisi pemain yang membuat permainan lebih cair. Kehadiran Christopher Nkunku dan Ruben Loftus-Cheek membuat serangan lebih seimbang. "Kami tentu mengubah beberapa hal, tapi gol Rabiot memberi kami keyakinan. Kami memiliki Christopher Nkunku sebagai penyerang tengah, dengan Rabiot dan Ruben Loftus-Cheek di belakangnya," analisis sang asisten. "Kami jauh lebih seimbang, menyerang, menggerakkan bola dengan lebih baik, dan membalikkan keadaan untuk kemenangan yang sangat penting," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya