Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah wilayah di Aceh terisolasi dampak banjir bandang dan longsor sejak Jumat (28/11/2025) lalu. Bencana tersebut berdampak kepada 18 kabupaten/kota se-Aceh.
Daerah seperti Gayo Lues, Bener Meriah hingga Aceh Tamiang sebelumnya dikabarkan belum bisa diakses untuk pengiriman bantuan.
Advertisement
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan perangkat lainnya berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana terpenuhi.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi pengungsian di Gayo Lues bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi.
“Prioritas utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk tempat tinggal sementara, logistik, dan layanan kesehatan,” kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal Zakaria Ali dilansir Antara, Rabu (3/12/2025).
Safrizal memastikan para pengungsi telah mendapat tempat penampungan sementara, layanan dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mendesak.
Pemerintah daerah bersama Ditjen Bina Adwil terus memantau situasi lapangan untuk menentukan langkah pemulihan berikutnya.
"Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh, semoga segera dikirimkan bantuan tambahan," ujarnya.
Gayo Lues Butuh Helikopter untuk Kirim Bantuan
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan kondisi terkini para pengungsi, ketersediaan logistik, hingga langkah-langkah penanganan lanjutan.
"Hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia ada 3 orang, 1 orang masih dalam pencarian, pengungsi 14.850 jiwa/ 3.800 KK yang tersebar di seluruh wilayah Gayo Lues, warga terdampak 100 ribu lebih, 2.286 rumah terdampak dan sekitar 1500 unit rumah hanyut," kata Suhaidi.
Suhaidi mengungkapkan kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah helikopter untuk mengirimkan bantuan ke lokasi bencana yang jalur daratnya masih terputus.
"Kami berharap bisa menempatkan 1 helikopter di Kabupaten Gayo Lues, sehingga kami bisa terbantu menyalurkan bahan logistik ke lokasi yang belum tembus jalur daratnya, sekalian memantau keberadaan saudara-saudara kita yang masih terjebak, bantuan logistik kepada 14.000 pengungsi dan obat-obatan kepada seluruh masyarakat," ungkap Suhaidi.
Sebelumnya, Gayo Lues menjadi salah satu daerah yang sulit dijangkau tim SAR untuk mengirimkan logistik bantuan. Daerah tersebut sudah bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat melalui jalur Babahrot–Tongra–Terangun.