ADB Kucurkan Pinjaman untuk Pembangunan Jalan Tangguh Bencana di Selatan Pulau Jawa, Segini Nilainya

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov menuturkan, proyek jalan di sepanjang pesisir Selatan Pulau Jawa untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Desember 2025, 11:45 WIB
Jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa diharapkan dapat meningkatkan layanan transportasi jalan Pulau Jawa bagian selatan, khususnya dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas pada saat libur Lebaran 2024. (Dok. Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pinjaman USD 300 juta atau sekitar Rp 4,98 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.628) untuk pembangunan jalan tangguh bencana sepanjang kira-kira 72 kilometer (KM) di sepanjang pesisir Selatan Pulau Jawa, Indonesia.

Pembangunan jalan tangguh bencana ini untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong perkembangan ekonomi di wilayah Selatan Pulau Jawa. Proyek Jalan Trans Jawa Selatan-Selatan akan meningkatkan jalan tanah sempit yang ada dan menyambungkannya secara keseluruhan, mengingat perjalanan dari daerah pertanian di perdesaan Kabupaten Jember menuju Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur saat ini masih memakan waktu delapan jam.

Jalan baru ini akan menghubungkan masyarakat di kedua daerah tersebut dengan pusat ekonomi dan pasar, memotong sekitar dua jam dari waktu tempuhnya, sekaligus meningkatkan akses layanan, pendidikan, dan peluang ekonomi.

"Proyek jalan ini akan mengatasi kesenjangan infrastruktur kritis antara koridor utara Jawa yang sudah sangat berkembang dengan wilayah selatan Jawa," ujar Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).

"Dengan memasukkan desain yang tangguh iklim dan solusi biorekayasa, kami menciptakan infrastruktur berkelanjutan yang mampu bertahan menghadapi peristiwa cuaca ekstrem, sekaligus meningkatkan konektivitas nasional dan perdesaaan,” ia menambahkan.

Proyek tersebut menggunakan berbagai langkah adaptasi perubahan iklim, termasuk peningkatan kapasitas struktur hidraulis untuk memitigasi risiko banjir, perlindungan lereng melalui biorekayasa dengan menggunakan solusi berbasis alam, serta jembatan tangguh iklim untuk memberikan akses alternatif selama peristiwa cuaca ekstrem. Langkah-langkah tersebut selaras dengan komitmen iklim Indonesia di bawah Kesepakatan Paris.

 

Dukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). (Foto: Istimewa)

Proyek ini mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 dan strategi kemitraan negara ADB untuk Indonesia 2025–2029, serta akan memajukan daya saing Indonesia sekaligus memperkuat ketangguhan infrastrukturnya.

Proyek ini akan membantu menyeimbangkan perkembangan ekonomi antara wilayah utara-tengah Pulau Jawa yang konektivitasnya sudah bagus, dengan pesisir selatan yang masyarakat petaninya hanya memiliki akses jalan terbatas ke pasar dan layanan.

Proyek tersebut menyoroti kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan setidaknya 10% pekerjaan konstruksi terampil yang dikhususkan bagi perempuan, serta program keselamatan jalan komprehensif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

 

Prakarsa Keselamatan Jalan

Prakarsa keselamatan jalan berbasis masyarakat akan mengajari penduduk mengenai penggunaan jalan secara aman, sedangkan berbagai langkah untuk mencegah kekerasan berbasis gender dan tindak pidana perdagangan orang akan diintegrasikan selama pelaksanaan proyek.

ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

Bekerja sama dengan para anggota dan mitranya untuk mengatasi tantangan yang kompleks secara bersama-sama, ADB memanfaatkan perangkat keuangan yang inovatif dan kemitraan strategis untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur yang berkualitas, dan melindungi bumi kita. Didirikan pada 1966, ADB beranggotakan 69 negara—50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya