Liputan6.com, Jakarta- Mantan bek tangguh Chelsea, Gary Cahill, kembali datang ke Jakarta pada akhir November 2025. Kunjungan kedua ini tak hanya untuk berinteraksi dengan suporter, tetapi juga membangkitkan kembali kenangan manis saat ia pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2013.
Kala itu, Cahill bersama skuad The Blues berlaga dalam pertandingan persahabatan melawan Indonesia All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Advertisement
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak 8-1 untuk Chelsea tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Cahill. Ia masih mengingat jelas atmosfer stadion yang luar biasa dan antusiasme puluhan ribu penggemar yang memadati GBK. Momen ini menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari perjalanan karier internasionalnya yang penuh prestasi.
Kunjungan Cahill kali ini merupakan bagian dari program global Chelsea bertajuk "The Famous CFC Goes to Jakarta". Acara ini diselenggarakan oleh The Ascott Limited (Ascott) sebagai mitra hotel resmi Chelsea, bertujuan untuk mempererat hubungan klub dengan para penggemar setia di Indonesia.
“Kami menang dengan meyakinkan, menurut saya skornya 8-1, maka itu adalah hasil yang bagus bagi kami. Namun stadionnya, saya mengingatnya, bahkan meski itu sudah lama, stadionnya begitu luar biasa," papar Cahill.
"Rasanya ada sekira 80.000 orang yang menyaksikannya. Para penggemar di sini begitu luar biasa. Sangat menakjubkan,” kata Cahill.
Kunjungan Kedua dan Misi Chelsea di Jakarta
Selama di Jakarta, Cahill dijadwalkan untuk menghadiri berbagai acara, termasuk sesi meet-and-greet dan nonton bareng pertandingan Chelsea melawan Arsenal pada 30 November 2025.
Acara ini akan berlangsung di beberapa properti Ascott di Jakarta, seperti Ascott Sudirman Jakarta dan Citadines Sudirman Jakarta. Cahill juga membawa trofi Liga Premier Inggris, memberikan kesempatan langka bagi para suporter untuk melihat dan berfoto langsung dengan piala bergengsi tersebut. Ia menyatakan kegembiraannya bisa kembali ke Asia Tenggara dan berinteraksi dengan penggemar yang sangat antusias.
Cahill juga mengungkapkan keinginannya untuk mempelajari lebih banyak tentang budaya Indonesia. Pada kunjungan pertamanya, fokusnya lebih banyak pada hotel, tempat latihan, dan stadion. Kini, ia berharap bisa mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam mengenai kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Indonesia. Cahill juga ingin mencoba kuliner Indonesia di kunjungan keduanya.
Kiprah Cahill di Chelsea
Gary Cahill memperkuat Chelsea dari tahun 2011 hingga 2020, menghabiskan tujuh setengah tahun di Stamford Bridge. Selama periode tersebut, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions pada musim debutnya tahun 2012. Ia juga berhasil memenangkan dua gelar Liga Premier Inggris pada musim 2014/15 dan 2016/17.
Selain itu, Cahill juga mengangkat dua trofi Liga Europa UEFA, dua Piala FA, dan satu Piala Liga bersama The Blues. Kontribusinya yang signifikan membuatnya terpilih tiga kali dalam PFA Team of the Year. Cahill dikenal karena kepemimpinan, mentalitas juara, dan menjadi salah satu bek paling berprestasi dalam sejarah modern Chelsea.