Belajar dari Ratu Maxima, Bos OJK Ingin Terapkan Konsep Kesehatan Keuangan di Indonesia

Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menuturkan, selain inklusi dan literasi keuangan, ksehatan keuangan juga menjadi esensi yang penting.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 27 November 2025, 15:35 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menerima kunjungan Ratu Maxima, Kamis (27/11/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Ratu Maxima dari Belanda mendorong adopsi konsep baru dalam pembangunan ekonomi masyarakat, yakni financial health atau kesehatan keuangan.  Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan istilah ini relatif baru bagi Indonesia, tetapi memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar inklusi dan literasi keuangan yang selama ini menjadi fokus pemerintah.

"Yang biasa kenal selama ini adalah inklusi keuangan dan literasi keuangan. Tetapi pendalaman berdasarkan pengalaman yang begitu banyak dilakukan oleh ibu Ratu, terlihat bahwa esensi yang lebih penting lagi adalah kesehatan keuangan atau kesejahteraan keuangan,” kata Mahendra dalam National Financial Health Event, di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menurut Mahendra, pengalaman global Ratu Maxima yang merupakan penasihat khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Inklusi Keuangan menunjukkan kesehatan keuangan rumah tangga berperan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan negara.

"Ini adalah hal yang baik untuk kita pelajari dan kita bertumbuh terus, ini yang kita butuhkan. Kita belajar dari yang terbaik secara internasional, Queen Maxima ini utusan dan penasehat khusus dari Sekjen PBB yang ditugaskan untuk ini,” ujarnya.

Konsep ini mencakup tidak hanya akses ke layanan keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk mengelola risiko, mempersiapkan masa depan, dan terlindungi dari kegiatan keuangan ilegal. 

OJK melihat gagasan financial health sebagai kerangka besar yang dapat memperkuat daya tahan ekonomi nasional melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

4 Pilar Utama

Mahendra menegaskan, empat pilar utama menjadi dasar dari financial health yakni inklusi keuangan, ketahanan terhadap financial shock, kesiapan pensiun, dan perlindungan dari keuangan ilegal. 

Pilar-pilar ini sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang P2SK, namun belum disatukan dalam satu kerangka terpadu seperti yang kini sedang dipersiapkan.

"Dalam perkembangannya ada tiga pilar lain yang juga sebenarnya dalam Undang-undang P2SK ada tetapi tidak diintegrasikan secara terpadu seperti ini menjadi satu rumah menuju financial health,” ujarnya.

 

OJK Siap Berkolaborasi

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menerima kunjungan Ratu Maxima, Kamis (27/11/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Kerja sama dengan berbagai lembaga domestik akan diperluas untuk mempercepat implementasi konsep ini, mulai dari program tabungan dan kredit, perlindungan asuransi, dana pensiun, hingga upaya mencegah dan memulihkan kerugian akibat kejahatan finansial. 

OJK juga menyoroti peran BPJS Ketenagakerjaan dan lembaga dana pensiun lain dalam mendukung pilar kedua dan ketiga dari konsep tersebut.

"Kami mendapatkan pencerahan dari ibu Ratu dan kami lihat ini benar-benar tepat terhadap kebutuhan Indonesia. Dan kami siap melakukan kerjasama,” pungkasnya.

 

 

 

Bertemu Ratu Maxima, Menko Airlangga Bahas Soal Kesehatan Keuangan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui usai menghadiri peningkatan literasi dan kesehatan finansial nasional bersama UNSGSA. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan hasil pertemuannya bersama United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Inclusive Finance for Development Queen Maxima atau Ratu Maxima.

Airlangga menjelaskan, pertemuan ini adalah meningkatkan kesadaran (awareness) mengenai kesehatan keuangan atau dikenal dengan Financial Health.

"Financial health itu kalau dalam value keuangan mulai dari pertama inklusi, dan kedua literasi, ketiga literasi itu mengetahui produk-produk perbankan apakah itu mortgage utang atau KPR perumahan," ujar Airlangga saat ditemui usai menghadiri peningkatan literasi dan kesehatan finansial nasional bersama UNSGSA, di Gedung A.A. Maramis, Kompleks Kemenkeu Lapangan Banteng Timur, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menko Airlangga, mengatakan berdasarkan hasil monitor, kini banyak masyarakat Indonesia yang sudah mengetahui pentingnya tingkat kesehatan finansial.

"Sekarang dimonitor banyak masyarakat yang tahu, sehingga perlu ada koordinasi data secara digital untuk mengetahui tingkat kesehatan finansial dari masyarakat," ujarnya.

Selain itu, kata Airlangga, Ratu Maxima turut mengingatkan PBB mendorong kesehatan finansial merupakan suatu hal yang penting.

"Tadi Queen Maxima mengingatkan bahwa PBB mendorong bahwa financial health itu menjadi outcome, jadi keluaran program-program tersebut. Nah ini yang akan kita dalami dan bekerjasama dengan PBB," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya