Liputan6.com, Jakarta Achraf Hakimi resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2025 dalam upacara penghargaan yang digelar Rabu malam waktu setempat. Bek sayap PSG itu meraih gelar prestisius tersebut setelah tampil konsisten sepanjang tahun dan menjadi figur penting dalam raihan treble klubnya. Penghargaan ini sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di benua Afrika.
Kemenangan Hakimi terasa semakin istimewa karena ia berhasil mengungguli nama-nama besar seperti Mohamed Salah dan Victor Osimhen. Dua bintang tersebut harus puas pulang tanpa trofi, sementara Hakimi melengkapi tahun penuh kesuksesan meski PSG gagal menjuarai Piala Dunia Antarklub setelah kalah dari Chelsea. Meski demikian, pencapaiannya tetap mengesankan.
Advertisement
Dalam momen penuh emosi, Hakimi menyampaikan rasa terima kasih kepada sosok-sosok penting yang mendukung perjalanannya. Ia menyebut keluarga, rekan-rekan setim di PSG, hingga pelatih tim nasional Maroko, Walid Regragui, sebagai bagian dari kesuksesan yang ia raih. Ucapan itu menunjukkan betapa personal dan berarti penghargaan ini baginya.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berada di sini hari ini dan saya bangga memenangkan trofi bergengsi ini," ujar Hakimi, dikutip dari Goal.
Namun di balik perayaan tersebut, ada kenyataan pahit yang harus diterima Hakimi. Ia sedang menjalani pemulihan cedera pergelangan kaki yang parah. Maroko berharap sang bintang bisa pulih tepat waktu untuk memimpin skuad sebagai tuan rumah Piala Afrika 2025, yang akan dimulai pada 21 Desember mendatang. Harapan besar kembali disematkan pada sosok berusia 27 tahun itu.
Deretan Pemenang Lain
Upacara penghargaan tahun ini juga menjadi panggung dominasi sepak bola Maroko yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sorotan lain jatuh pada Ghizlane Chebbak, yang merebut penghargaan Pemain Terbaik Afrika Wanita. Ia mengungguli rekan setimnya, Sanaa Mssoudy, serta penyerang Nigeria, Rasheedat Ajibade. Chebbak sebelumnya menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Afrika Wanita, meski Maroko kalah dari Nigeria di final.
Di kategori penjaga gawang, Yassine Bounou kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik Afrika. Ia membawa pulang trofi Penjaga Gawang Terbaik Pria setelah tampil konsisten sejak kepindahannya ke Arab Saudi. Penghargaan ini semakin menegaskan kontribusi besar Bounou bagi generasi sepak bola Maroko saat ini.