Mati Suri Selama 3 Menit, Wanita di Kanada Akui Hidupnya Berubah Total

Ini cerita Callie, wanita asal Kanada yang mengalami mati suri selama tiga menit.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 20 November 2025, 21:30 WIB
Ilustrasi paru-paru. (Sumber: Freepik)

Liputan6.com, Ottawa Kesehatan yang semakin buruk sering kali membuat tubuh melakukan hal-hal yang tak terduga. Kejadian ini dialami oleh seorang wanita asal Kanada yang memiliki permasalahan pada paru-paru, dan menyebabkannya hampir mengancam jiwa.

Callie Elwayns, asal Alberta, menderita tension pneumothorax, suatu kondisi yang mengancam jiwa ketika udara terjebak di rongga dada dan menekan jantung dan pembuluh darah utama, yang membuat jantungnya berhenti berdetak setelah dirinya tumbangi, dilansir dari Mirror, Kamis (20/11/2025).

Tetapi, kondisinya ini justru mengubah hidupnya. Ia meninggal selama tiga menit dan mengungkap bahwa jiwanya keluar dari tubuhnya sendiri. Pengalamannya pun dibagikan kepada kanal 'The Other Side' di YouTube.

Nyeri yang diakibatkan paru-paru membuatnya kesulitan bernapas, dan sempat menghubungi 911. Tak lama kemudian, ia kehilangan kesadaran dan paramedis yang menanganinya mencoba menyadarkan Callie karena jantungnya berhenti berdetak selama tiga menit.

Masa Lalu Menghantui

Penyakit ini datang dari masa lalunya, di mana ia kehilangan jati diri karena masa kecil yang telah menjauhkan identitasnya sehingga tidak memahami dirinya sendiri atau cara mengolah berbagai perasaan. Hal ini dikarenakan perilaku ibunya yang tidak stabil membuatnya tumbuh dengan trauma.

Rasa sayang dan perhatian seorang ibu tidak hadir dalam masa pertumbuhannya saat anak-anak. Bahkan ia mencoba keluar dari rumah demi menjaga mentalnya.

Pada usia 13 tahun, ia tidur di jalanan karena tidak lagi merasa aman di rumah. Tiga tahun kemudian, ia menderita penyakit yang mengganggu pernapasannya.

 

Mencari Jati Diri

Katakan kepada diri sendiri bahwa aku orang yang kuat. (unsplash.com/@carolineveronez)

Paru-parunya pernah kolaps (tumbang) saat ia remaja dan terjadi beberapa kali, hingga ia merasa bahwa penyakitnya ini dari "rasa takut dan malu" yang terus menekan dirinya selama bertahun-tahun.

Akibatnya, trauma yang tersimpan dari masa kecil semakin mendekatinya kepada kematian, meski dirinya telah menjalani kehidupan normal bersama dua anaknya.

Saat paramedis berusaha menyelamatkannya, ia mengalami sensasi seperti keluar dari tubuhnya sendiri, seakan telah berubah menjadi roh yang tidak merasakan fisik dan identitasnya sebagai Callie.

Fisik dan identitasnya lenyap dan menemukan dirinya berada di ruang luas yang dipenuhi cahaya-cahaya kecil. Sensasi aneh yang menyelimutinya hanya bisa ia gambarkan sebagai 'cinta.'

Setelah rohnya memasuki tubuhnya lagi dan merasa energinya telah terkuras karena mengalami kolaps paru-paru, ia menyadari bahwa dirinya memiliki cinta yang tertimbun akibat trauma masa kecil.

Pengalaman ini pun berhasil mengubah pandangannya untuk berdamai dengan kehidupan yang telah merusak batin dan identitasnya, agar tubuhnya dapat merasakan kebebasan dan ketenangan yang belum pernah ia temukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya