Perketat Aturan Imigrasi, Trump Larang Orang Gemuk Masuk AS

Apa alasan Trump mengeluarkan aturan semacam ini?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 15 November 2025, 11:26 WIB
President Donald Trump announced the reinstatement of the Presidential Fitness Test in US public schools, sparking debate. Learn about the program's history and the results of Trump's latest health check.

Liputan6.com, Washington D.C - Pemerintahan Donald Trump kembali memperketat kebijakan imigrasi, kali ini dengan menyoroti kondisi kesehatan para pemohon visa.

Berdasarkan arahan baru Departemen Luar Negeri, warga negara asing dengan obesitas dan sejumlah penyakit kronis berpotensi ditolak masuk ke Amerika Serikat, dikutip dari laman The Sun, Minggu (15/11/2025).

Dalam pedoman yang diperoleh KFF Health News, pejabat konsuler diminta mempertimbangkan kesehatan dan kemampuan finansial pemohon saat menilai kelayakan visa.

Obesitas menjadi salah satu kondisi yang dapat memicu penolakan, bersama sleep apnea, tekanan darah tinggi, asma, hingga penyakit kronis lain seperti kanker, diabetes, dan gangguan neurologis.

Arahan tersebut menekankan bahwa kondisi medis tertentu dapat membutuhkan biaya perawatan “ratusan ribu dolar” sepanjang hidup seseorang. Karena itu, pemohon harus mampu membuktikan bahwa mereka dapat menanggung biaya kesehatan tanpa mengandalkan bantuan publik atau perawatan jangka panjang yang dibiayai pemerintah.

Tindakan keras ini juga menyasar pemohon usia lanjut yang harus menunjukkan kemampuan finansial untuk menghidupi diri sendiri setelah memasuki masa pensiun.

“Kemandirian telah lama menjadi prinsip kebijakan imigrasi AS,” tulis dokumen tersebut, menegaskan bahwa aturan terkait “tuntutan publik yang tidak dapat diterima” telah ada selama lebih dari satu abad.

 

Kebijakan Ketat

Presiden Donald Trump berpidato dalam sebuah pertemuan puncak AI di Auditorium Andrew W. Mellon, Rabu, 23 Juli 2025, di Washington. (Foto AP/Julia Demaree Nikhinson)

Kebijakan ketat itu diumumkan pada hari yang sama ketika Presiden Trump mengungkapkan kesepakatan baru untuk menurunkan harga obat penurun berat badan. Melalui TrumpRx — platform publik khusus obat resep — versi oral dan suntikan GLP-1 dari Eli Lilly dan Novo Nordisk dijanjikan lebih murah dan lebih mudah diakses.

Obat oral tersebut, yang masih menunggu peluncuran, akan dijual seharga US$150 per bulan untuk dosis awal. Sementara versi suntik rata-rata dihargai US$350 per bulan dan diperkirakan turun menjadi US$245 dalam dua tahun mendatang. Upaya ini, kata Trump, bertujuan memperluas akses bagi pasien berasuransi publik sekaligus menekan biaya kesehatan.

Dengan kebijakan imigrasi yang semakin ketat dan kebijakan kesehatan yang agresif, fokus pemerintahan Trump tampaknya mengarah pada pengurangan beban publik melalui kombinasi regulasi ketat dan deregulasi harga obat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya