Liputan6.com, Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), authorized distributor kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia terus berkomitmen untuk terus berkontribusi di pasar Tanah Air. Salah satunya, adalah dengan membangun ekosistem industri yang mandiri secara nasional.
Dengan begitu, Mitsubishi Fuso terus menjaga kualitas berbagai produknya, terutama dalam perakitan kendaraan yang sangat teliti dan detail untuk menjamin konsumen di Indonesia mendapatkan produk yang presisi sehingga kendaraan aman, nyaman, dan memiliki performa terbaik.
Advertisement
Hal tersebut, tercermin dari proses produksi yang dilakukan di PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM) dan PT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (MKM) di kawasan Cakung, Jakarta Timur..
Ekosistem produksi Mitsubishi Fuso ini sendiri, didukung oleh 100 perusahaan supplier lokal sebagai penyedia parts. Fasilitas ini bukan hanya investasi modal, namun juga dalam bentuk transfer teknologi dan pengetahuan untuk memperkuat industri otomotif nasional sebagai basis produksi yang strategis.
KRM memiliki peran penting dalam mendukung industri otomotif nasional. Sejak berdiri pada tahun 1973, perusahaan ini fokus pada kegiatan manufaktur dan perakitan unit kendaraan Mitsubishi Fuso, baik Canter, Fighter X, hingga produk terbaru yang diluncurkan September lalu, yaitu Fighter X FM65F Tractor Head 4x2.
Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT KTB mengungkapkan kebanggaannya, bahwa selama 55 tahun ini, pihaknya telah turut serta membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan masyarakat Indonesia, baik secara langsung di fasilitas ini, maupun secara tidak langsung di seluruh jaringan ekosistem.
"Ini membuktikan bahwa Mitsubishi Fuso tidak hanya menjual produk, tetapi kami adalah bagian dari pembangunan Indonesia", ujarnya.
Seluruh lini produk Mitsubishi Fuso, dirakit oleh tenaga kerja Indonesia yang terampil dan berpengalaman di bawah pengawasan ketat sistem kontrol kualitas global Mitsubishi Fuso.
Proses perakitan dilakukan sepenuhnya di pabrik PT KRM, mulai dari chassis assembly, engine installation, hingga running test, untuk memastikan setiap unit memenuhi standar performa dan keamanan.
Sistem di Pabrik Perakitan
Presiden Direktur PT Krama Yudha Ratu Motor, Duljatmono menyampaikan bahwa perusahaan telah menerapkan sistem production tracking berbasis QR code pada cabin dan chassis untuk memantau progres serta potensi defect setiap unit secara real-time.
"Sistem ini akan kami kembangkan menjadi Manufacturing Execution System (MES) sebagai langkah strategis menuju integrasi menyeluruh antarproses produksi," ujar Duljatmono.
MES dirancang untuk menghadirkan proses produksi yang modern, adaptif, dan efisien, sekaligus memastikan pengelolaan data yang transparan dan real-time, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kualitas produksi di seluruh lini.
Sebagai wujud komitmen terhadap kualitas dan keunggulan, PT KRM telah menerapkan standar internasional IATF 16949:2016 serta ISO 9001:2015, yang memastikan setiap proses produksi berjalan secara konsisten dan memenuhi standar mutu global.
Selain itu, PT KRM menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Komitmen ini dibuktikan melalui pencapaian Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tingkat lanjutan dengan nilai 93,37 persen, serta dianugerahi Bendera Emas sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing tinggi.