Liputan6.com, London - Menguap sering kali menandakan rasa kantuk yang berharap dapat beristirahat atau tidur lebih cepat. Namun, mulut yang terbuka lebar akibat menguap begitu kuat dapat menyebabkan leher patah, seperti yang dialami wanita asal Inggris ini mengalami cedera parah.
Hayley Black (36), asal Milton Keynes, hanya ingin memberi putrinya, Amelia, sebotol susu formula di pagi hari. Tetapi, melihat putrinya menguap membuatnya refleks untuk mengikuti dengan tangan yang terangkat ke atas tanpa perintah otaknya, dilansir dari Oddity Central, Selasa (11/11/2025).
Advertisement
Suaminya, Ian, yang melihat istrinya kesulitan mengembalikan tangannya ke bawah segera memanggil ambulans dan menuju rumah sakit terdekat. Dokter yang memeriksa cedera aneh ini membuatnya kesulitan memahami penyakitnya, karena tidak menunjukkan kelainan apa pun.
Pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan pemindaian pada lehernya mengungkap bahwa dua tulang C6 dan C7 di lehernya telah bergeser dan menembus ke tulang belakangnya.
Penyakit Langka
Hayley sendiri masih tidak percaya terhadap apa yang telah dialami sebelumnya dan menyebutnya sebagai pengalaman aneh.
"Gila banget. C6 dan C7 itu melesat ke tulang belakang ketika saya menguap, karena mulut yang terbuka cukup lebar dan terlalu kuat. Kata mereka itu kejadian yang aneh banget," ucapnya di TikTok.
Dokter yang menangani penyakitnya ini mengatakan bahwa ia memiliki 50 persen kemungkinan dapat berjalan lagi dan 50 persen untuk bertahan hidup.
Cara untuk memperbaiki tulang lehernya pun melalui operasi darurat untuk mengangkat cakram di leher yang mencegah kerusakan serius, seperti kelumpuhan permanen akibat tekanan pada saraf tulang belakang.
Operasi tersebut berlangsung sukses, namun meninggalkan bekas luka di trakea serta kerusakan saraf jangka panjang.
Tetap Bersyukur
Penyembuhan yang ia habiskan ini selama enam bulan di kursi roda karena kemampuan motoriknya melemah, dan memaksanya harus belajar berjalan kembali.
Rasa nyeri hebat yang menjalar dari leher hingga kepala setelah operasi perlahan membaik jika ia mengonsumsi obat secara rutin, yang berguna untuk menghentikan rasa sakit sementara.
"Saya tidak bisa menguap tanpa panik. Bahkan saya sering merasakan nyeri menjalar ke lengan, punggung, leher hingga kepala. Sehingga obat yang saya terima harus diminum agar rasa sakitnya berhenti," ujarnya.
Sebenarnya, rasa sakit yang menimbulkan nyeri kronis ini berasal dari fibromyalgia, suatu kondisi kronis yang menyebabkan nyeri pada otot dan sendi.
Setiap kali dirinya akan menguap, ia berusaha membuka mulutnya perlahan agar tidak menambah kesakitan yang dirasakan di lehernya.
Meski kehidupannya berubah dan tidak dapat menguap dengan bebas, Hayley tetap menikmati kehidupannya dengan menghargai waktu dan setiap hal kecil dalam hidup.