Longsor Salju di Gunung Yalung Ri Nepal, 7 Orang Pendaki Tewas

Sementara itu, empat orang lainnya masih hilang.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 04 November 2025, 11:58 WIB
Pemandangan gletser Punta Rocca dekat Canazei, di Pegunungan Alpen Italia di Italia utara, Senin, 4 Juli 2022, sehari setelah sebagian besar gletser terlepas, mengirimkan longsoran es, salju, dan batu ke para pejalan kaki. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Kathmandu - Setidaknya tujuh pendaki, termasuk lima warga negara asing, tewas setelah longsor menghantam sebuah kamp pendakian di Gunung Yalung Ri, Nepal timur. Insiden tragis ini terjadi saat tim beranggotakan 15 orang tengah mendaki gunung setinggi 5.630 meter tersebut, menurut laporan Kathmandu Post.

Wakil Kepala Kepolisian Gyan Kumar Mahato mengatakan seluruh tim digulung longsor dalam hitungan detik.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

“Longsor mengubur semua orang di lereng,” ujarnya dikutip dari laman Aljazeera, Selasa (4/11/2025).

“Kami menerima informasi terlambat, dan cuaca buruk menunda respons segera.”

Korban tewas terdiri dari tiga pendaki Prancis, satu pendaki Kanada, satu pendaki Italia, serta dua pendaki Nepal. Sementara itu, empat pendaki Nepal yang terluka telah dievakuasi. Empat pendaki lainnya — juga berasal dari Nepal — masih dinyatakan hilang.

Salah satu pendaki yang selamat menceritakan keterlambatan bantuan yang memperburuk situasi.

“Kami berteriak meminta pertolongan, tetapi tidak ada yang bisa mencapai kami,” katanya.

“Kami diberi tahu helikopter akan datang setelah empat jam, tetapi ketika itu terjadi, beberapa teman kami sudah tidak selamat.”

Lokasi longsor berada di Lembah Rolwaling, wilayah timur laut Nepal yang dikenal dengan medan campuran bebatuan, es, dan salju — kondisi yang makin ekstrem setelah beberapa hari diguyur salju lebat dan cuaca memburuk. Cuaca inilah yang sempat membuat helikopter penyelamat tidak dapat terbang.

Pesawat baru berhasil mencapai lokasi pada Senin malam, sementara tim penyelamat berjalan kaki turut dikerahkan dan melanjutkan pencarian pada Selasa pagi.

 

Gunung Salju di Nepal

Perjalanan mereka menandai pencapaian penting dalam sejarah pendakian gunung. Dalam foto yang diambil pada 12 Oktober 2025 menunjukkan pendaki gunung Prancis Benjamin Vedrines (kiri) dan Nicolas Jean saat menuju puncak Jannu East yang menjadi pendakian pertama ke puncak setinggi 7.468 meter di Nepal timur. (Quentin DEGRENNE/AFP)

Nepal, rumah bagi delapan dari 14 puncak tertinggi dunia, menjadi magnet bagi ratusan pendaki setiap tahun. Namun, ekspedisi musim gugur pada Oktober–November biasanya lebih berisiko karena hari yang lebih pendek, suhu lebih dingin, dan medan yang tertutup salju.

Pekan lalu, Siklon Montha membawa hujan deras dan salju tebal di berbagai wilayah Nepal, membuat banyak trekker dan wisatawan terjebak di jalur pendakian Himalaya.

Di lokasi berbeda, dua pendaki Italia juga dilaporkan hilang saat mencoba menaklukkan puncak terpencil di Nepal barat, menurut pejabat pariwisata setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya