Trump Kembali Klaim: Xi Jinping Tidak Akan Ambil Tindakan atas Taiwan Selama Saya Menjabat

Bagaimana China merespons pernyataan Trump? Simak selengkapnya berikut ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 04 November 2025, 10:59 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saling memandang usai pertemuan puncak mereka di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025).(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washingon, DC - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Presiden Xi Jinping telah meyakinkannya bahwa China tidak akan mengambil langkah apa pun terkait ambisi lama negara itu untuk menyatukan Taiwan dengan daratan China selama ia masih menjabat sebagai presiden. 

Mengutip Associated Press, Trump mengatakan bahwa isu Taiwan yang telah lama menjadi sumber ketegangan tidak muncul dalam pembicaraannya dengan Xi pada hari Kamis (30/10/2025) di Korea Selatan, yang sebagian besar berfokus pada ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. 

"Ia telah secara terbuka mengatakan, dan orang-orang di sekelilingnya juga menyatakan hal yang sama dalam berbagai pertemuan, 'Kami tidak akan pernah melakukan apa pun selama Presiden Trump masih menjabat', karena mereka tahu apa konsekuensinya," ujar Trump dalam cuplikan wawancara dengan program CBS '60 Minutes' yang ditayangkan pada hari Minggu. 

Pejabat-pejabat AS sejak lama mengkhawatirkan kemungkinan Tiongkok menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan, pulau yang memerintah sendiri namun diklaim oleh Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979, yang menjadi dasar hubungan AS dengan pulau itu, tidak mewajibkan AS untuk turun tangan secara militer jika Tiongkok menyerang, tetapi menetapkan kebijakan bahwa AS harus memastikan Taiwan memiliki sumber daya untuk mempertahankan diri dan mencegah setiap perubahan status sepihak oleh Beijing.

Ketika ditanya apakah ia akan memerintahkan pasukan AS untuk membela Taiwan jika Tiongkok menyerang, Trump menghindar untuk menjawab langsung. AS, di bawah pemerintahan baik Partai Republik maupun Demokrat, telah mempertahankan strategi ambiguitas terhadap Taiwan — berusaha untuk tidak secara terbuka menunjukkan apakah akan membantu dalam situasi seperti itu. 

"Anda akan mengetahuinya jika itu terjadi dan dia (Xi) mengerti jawabannya," kata Trump tentang Xi.

 

 

Tanggapan China

Juru bicara kedutaan besar Tiongkok di Washington Liu Pengyu tidak menanggapi secara langsung pertanyaan tentang apakah Trump telah menerima jaminan dari Xi atau pejabat Tiongkok lainnya mengenai Taiwan. Namun, ia menegaskan bahwa Tiongkok tidak akan pernah mengizinkan siapa pun atau kekuatan apa pun memisahkan Taiwan dari Tiongkok dengan cara apa pun.

"Masalah Taiwan adalah urusan dalam negeri Tiongkok dan ini adalah inti dari kepentingan utama Tiongkok. Bagaimana menyelesaikan masalah Taiwan adalah urusan rakyat Tiongkok sendiri dan hanya rakyat Tiongkok yang dapat memutuskannya," tegas Liu.

Gedung Putih juga tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kapan Xi atau pejabat China lainnya menyampaikan kepada Trump bahwa tindakan militer terhadap Taiwan tidak akan dilakukan selama masa jabatan presiden dari Partai Republik itu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya