BI Pamer QRIS Tap, Ini Fungsinya

Bank Indonesia (BI) memastikan fitur terbaru QRIS Tap yang berlaku di lima moda transportasi di Jabodetabek.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 November 2025, 19:30 WIB
Deputi Gubernur BI, Destry Damayanti. Bank Indonesia (BI) memastikan fitur terbaru QRIS Tap yang berlaku di lima moda transportasi di Jabodetabek. Ini jadi salah satu inovasi yang baru diluncurkan BI.

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memastikan fitur terbaru QRIS Tap yang berlaku di lima moda transportasi di Jabodetabek. Ini jadi salah satu inovasi yang baru diluncurkan BI.

Deputi Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan fitur anyar tersebut jadi salah satu unggulan yang dipamerkan dalam ajang Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025, di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta.

"Ada QRIS Tap In dan Out untuk 5 moda transportasi," kata Destry saat menutup FEKDI x IFSE 2025, di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Lima moda transportasi yang bisa diakses dengan QRIS Tap yakni KRL Commuter Line, TransJakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan MRT Jakarta. Ini menjadi pengembangan terbaru yang dilakukan oleh BI.

Selain akses transportasi, Destry juga menyebut pembayaran lintas batas (cross-border) dengan QRIS. Terbaru, BI mengenaikan sandbox QRIS crossborder antara Indonesia dan Korea Selatan.

"Kedepan banyak sekali yang akan kita lakukan setelah kita Sudah dengan Thailand, Malaysia, Jepang, China, Korea Selatan dan ini ada India, ada Saudi Arabia anti dan seterusnya," ucap dia.

"Nah inilah kurang lebih inovasi yang terus dilakukan oleh kami, disini tentu bersama-sama dengan Bank Indonesia dengan OJK karena penyelenggaranya kan perbankan ada di OJK juga. Jadi ini semua tidak akan bisa terpisahkan," sambung Destry.

 

BI Luncurkan QRIS Tap di Moda Transportasi

Cara Daftar QRIS untuk Pedagang (sumber: qris.id)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) resmi memperkenalkan QRIS Tap In dan Tap Out, teknologi pembayaran digital berbasis NFC yang merupakan cara baru membayar transportasi umum.

Dalam seremoni peluncuran yang berlangsung di ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x IFSE 2025, Gubernur BI Perry Warjiyo hadir bersama Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Kepala Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar serta dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

“QRIS Tap In & Tap Out ini akan diluncurkan untuk lima moda transportasi di Jabodetabek," kata Perry dalam acara FEKDI dan IFSE 2025, di JCC, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

 

Cukup Tempel Ponsel

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengungkapkan bahwa perhitungan batasan Rp 100.000 ini sudah dihitung dengan data yang dikumpulkan BI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia menyebut layanan ini merupakan langkah besar menuju sistem pembayaran publik yang lebih cepat dan efisien. Adapun lima moda transportasi yang terintegrasi dengan fitur baru ini mencakup KRL Commuter Line, TransJakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan MRT Jakarta.

Berbeda dari QRIS konvensional yang mengharuskan pengguna memindai kode, versi Tap ini bekerja cukup dengan sentuhan ponsel pada mesin pembaca mirip dengan kartu elektronik, tapi tanpa kartu.

Tak berhenti di situ, Bank Indonesia juga memperkenalkan sandbox QRIS Crossborder Indonesia Korea Selatan, membuka jalan untuk transaksi lintas negara menggunakan satu sistem pembayaran digital yang sama.

 

Ekonomi Digital RI

Gubernur BI Perry Warjiyo. Bank Indonesia (BI) resmi memperkenalkan QRIS Tap In dan Tap Out

Lebih lanjut, Perry menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital tercepat dan terbesar di dunia pada 2030.

Menurutnya, sinergi kebijakan nasional yang diperkuat melalui ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Financial Summit & Expo (IFSE) akan menjadi motor utama akselerasi transformasi digital.

"Ini pertama kali kita melakukan acara event terbesar di Indonesia di era ekonomi keuangan digital, yaitu sinergitas antara FEKDI dan IFSE. Yang ini insya Allah akan menjadi dukungan konkret kita, sinergi kebijakan nasional, yang tentu saja menjadi kunci untuk mengakselerasi transformasi digital Indonesia," ujarnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya