Liputan6.com, Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memberikan jawaban kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan penjelasan soal informasi atau fakta material atas volatilitas transaksi efek perusahaan atau volatilitas transaksi saham perseroan.
Direktur Ramayana Lestari Sentosa Andreas Lesmana mengutarakan, pihaknya tidak tahu menahu soal adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan.
Advertisement
"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 Tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/10/2025).
Dengan mempertimbangkan keterbukaan informasi yang telah dilakukan, pengelola jaringan toko swalayan Ramayana tersebut juga mengaku tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga efek perseroan.
Belum Ada Aksi Korporasi
Selain itu, perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.04/2017. Ramayana pun menyatakan tidak punya rencana untuk melakukan tindakan korporasi di sisa akhir 2025 ini.
"Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang)," tulis Andreas.
Lebih lanjut, Ramayana juga telah mendapatkan konfirmasi kepada pemegang saham utama, bahwa saat ini tidak terdapat rencana material terkait perubahan kepemilikan saham dalam waktu dekat.
"Perusahaan akan terus memantau perkembangan dan, apabila terjadi perubahan signifikan, akan menginformasikannya kepada publik sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku," pungkas Andreas.