Atraksi Ekstrem di China Ditunda Usai Video Keamanan Menjadi Viral

Tersebarnya video keamanan terhadap lompat bungee di China, memicu kekhawatiran publik hingga membuat pembukaannya ditunda.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 27 Oktober 2025, 16:05 WIB
Ilustrasi bungee jumping. (dok. Unsplash.com/Jeffrey Grospe)

Liputan6.com, Beijing - Atraksi lompat bungee di China menarik perhatian warganet, karena tersebarnya video uji keamanan pada jaring penahan di bawah jembatan tinggi hingga membuat peresmiannya tertunda.

Jembatan yang digunakan adalah Grand Canyon Huajing, yang menjadi jembatan tertinggi di dunia.

Para pengunjung yang berani akan melompat tanpa tali dari jembatan ke jaring berwarna pelangi, agar tidak jatuh ke Sungai Beipan sekitar 2.051 kaki di bawahnya, dilansir dari Oddity Central, Senin (27/10/2025).

Dari rekaman, terlihat petugas menjatuhkan karung pasir dengan berbagai berat ke dalam jaring pengaman berwarna pelangi. Tetapi video tersebut viral di media sosial Tiongkok dan memicu kekhawatiran publik.

Lompat bungee tanpa tali ini berbeda dari lompat bungee tradisional, karena pesertanya akan jatuh bebas langsung ke jaring besar yang dirancang untuk menahan benturan.

Tinggi dari jembatan Huajiang juga menawarkan sensasi lebih menegangkan bagi yang mencobanya, dimulai dari ketinggian 20 hingga 50 meter, yang memungkinkan peserta memilih ketinggian sesuai selera.

Untuk harga tiketnya sekitar 1.600 yuan (sekitar Rp3,5 juta), lebih murah dibandingkan lompat bungee tradisional yang seharga 3.000 yuan (sekitar Rp6,8 juta).

 

Gagal Pembukaan

Ilustrasi media sosial/copyright unsplash.com/Patrick Tomasso

Sebelumnya, atraksi akan dibuka untuk umum minggu ini, dengan menguji karung seberat 100 dan 200 pon. Tetapi jaring pengaman tersebut masih menimbulkan banyak kekhawatiran terkait keselamatan.

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan keamanan jaring tersebut, terutama jika terjadi kesalahan teknis karena beban yang membuat jaringnya patah.

Sehingga pihak pengelola menjelaskan bahwa jaring dirancang dengan sudut khusus untuk menyerap benturan dan menjamin keamanan peserta. Meski begitu, penjelasan tersebut tidak cukup berhasil menenangkan publik.

Akibat tekanan dan kritik di media sosial, peresmian atraksi akhirnya ditunda hingga pihak pengelola memastikan standar keamanan benar-benar terjamin.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya