Yenny Wahid Ingatkan Perempuan Melek Digital di Tengah Maraknya Penipuan Siber

Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak, Yenny Wahid, menyoroti pentingnya literasi digital bagi perempuan di era ekonomi digital.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 21 Oktober 2025, 14:45 WIB
Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak, Yenny Wahid, menyoroti pentingnya literasi digital bagi perempuan di era ekonomi digital. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi memberikan banyak kemudahan dalam berusaha dan berinteraksi, perempuan juga harus mewaspadai risiko kejahatan siber yang semakin marak.

“Dunia digital di satu sisi memberikan kemudahan-kemudahan, tapi di sisi lain juga ada tantangan di sana. Salah satu tantangannya adalah tantangan penipuan-penipuan,” ujar Yenny dalam acara Penganugerahan Pemenang Perempuan Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) vol. 4 yang digelar Bukalapak, Selasa (21/10/2025).

Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini tercatat ada 1,6 juta masyarakat yang menjadi korban kejahatan online, mulai dari penipuan investasi palsu, jual beli daring fiktif, hingga peretasan data pribadi. 

Karena itu, perempuan sebagai tiang keluarga dituntut untuk memiliki kemampuan digital yang mumpuni, bukan hanya untuk mendukung usaha, tetapi juga untuk melindungi diri dan keluarga.

“Ibu-ibu ini kan tiang utama keluarga sekarang nggak cuma harus pinter nyari uang tapi juga memastikan anak-anak kita nih aman dari gangguan kejahatan siber,” tuturnya.

Yenny menjelaskan, perempuan kini menghadapi dua tanggung jawab besar yaitu menjaga kesejahteraan ekonomi keluarga dan memastikan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Edukasi Digital Bagi Perempuan

Komisaris Independen dan ESG Ambassador Bukalapak, Yenny Wahid. (Foto: Liputan6.com/Gagas YP)

Ia menekankan edukasi digital bagi perempuan harus menjadi prioritas agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami risiko dan menghindari jebakan di dunia maya.

Menurut Yenny, peran perempuan dalam ekosistem digital tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi Indonesia. Semakin banyak perempuan yang cakap digital, maka semakin besar pula potensi pertumbuhan ekonomi inklusif yang dapat dicapai.

Ia pun mengapresiasi inisiatif-inisiatif yang berfokus pada peningkatan literasi digital bagi perempuan, termasuk program pelatihan yang diadakan Bukalapak. Melalui upaya ini, diharapkan perempuan Indonesia dapat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi digital yang mandiri, aman, dan berdaya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya