Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pernyataan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun yang meminta dirinya untuk tidak lagi menyinggung urusan kementerian lain.
Purbaya menepis tudingan tersebut dengan tegas. Ia menegaskan dirinya tidak pernah mencampuri kebijakan kementerian lain.
Advertisement
"Saya enggak komentari kementerian yang lain. Sebodo amat," kata Menkeu Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Menurut dia, sebagai Bendahara Negara, wajar bila ia memantau kinerja serapan anggaran di tiap kementerian dan lembaga. Hal itu dilakukan demi memastikan penggunaan anggaran negara berjalan efisien dan tepat sasaran.
Purbaya menjelaskan, bila ada anggaran yang tidak terserap hingga akhir tahun, pihaknya akan menarik dan mengalokasikannya ke lembaga lain yang membutuhkan.
Saya berkepentingan anggaran saya terserap. Kalau enggak diserap, saya ambil uangnya. Itu aja. Saya enggak komentari kerja mereka," ujarnya.
Komentar Komisi XI DPR
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, menyatakan mendukung langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menyusun arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengingatkan agar Purbaya memperbaiki komunikasi politik dan membangun tim ekonomi yang solid.
"Pak Purbaya harus berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain. Fokuslah pada desain ekonomi besar yang ingin dia bangun untuk mendukung visi Presiden,” ujar Misbakhun dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 13 Oktober 2025.
Salah satu pernyataan yang disoroti Misbakhun adalah saat Menkeu Purbaya mengomentari terkait pemotongan anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak diserap. Misbakhun menegaskan soal alokasi anggaran tersebut memiliki dimensi politik sendiri.
DPR Minta Kebijakan Berpihak ke Rakyat
Misbakhun juga menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memperkuat kelas menengah. Ia bahkan menyarankan agar tarif pajak pertambahan nilai (PPN) bisa kembali diturunkan guna mendorong konsumsi domestik.
"Saya yang waktu itu mengingatkan supaya (kenaikan) PPN ini ditahan benar, kalau perlu PPN kita turunkan kembali ke 10 persen dan kalau perlu ke 8 persen. Untuk apa? Mengangkat daya beli masyarakat. Ini dalam rangka apa? Seperti yang disampaikan, kita menghadapi tekanan di daya beli,” ia menambahkan.
Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 5,7 Persen Jika Program Perumahan Berjalan Sukses
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi menembus 5,6 hingga 5,7 persen apabila program-program perumahan yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berhasil terealisasi dengan baik.
“Saya yakin kalau program perumahan berjalan, (pertumbuhan ekonomi) 5,6–5,7 persen bisa dicapai,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa.
Meski belum menghitung secara pasti kontribusi sektor perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ia menilai dampaknya akan signifikan. Hal ini karena pembangunan rumah melibatkan berbagai sektor industri, mulai dari material konstruksi hingga furnitur.
“Saya belum hitung berapanya. Tapi amat signifikan, karena bukan dari rumah saja, ada konstruksi, semen, dan sebagainya. Rumah itu dianggap investasi, jadi di segala sisi naik semua," ia menambahkan.
Menurut Purbaya, penguatan sektor perumahan tidak hanya berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Memperbaiki Perlambatan Ekonomi
Menkeu Purbaya juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara dalam menjalankan program perumahan nasional.
Ia menekankan pentingnya memperbaiki perlambatan ekonomi yang terjadi sebelumnya dan mendorong pemulihan yang lebih cepat.
“Yang penting kemarin (ekonomi) melambat. Kita coba kembalikan ekonomi menjadi lebih baik. Yang penting itu ekonomi kita membaik, rakyat hidupnya lebih sejahtera. Ke depan harapan lebih bagus. Jadi Indonesia cerah begitu,” ujarnya.
Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan akan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh inisiatif yang dilakukan Kementerian PKP. “Program-program seperti (PKP) ini akan saya dukung sepenuhnya,” tegasnya.